Jakarta (ANTARA News) - Pertemuan Rafael (Rafa) Nadal melawan Roger Federer berulang lagi di final Roma Masters, pertarungan epik yang akan ditunggu oleh pecinta para pecinta tenis, di Foro Italico, Roma, Minggu waktu setempat.

Tujuh tahun lalu Rafa Nadal berhasil mengalahkan Federer dalam pertarungan bersejarah 5 jam dalam pertandingan 5 set di Roma. Final Roma Masters tahun 2006 mengingatkan kemenangan Nadal 6-7, 7-6, 6-4, 2-6, 7-6 dalam pertarungan seru yang mengukuhkan persaingan ketat dua pemain besar.

Itu adalah pertarungan lima set terakhir di turnamen ini, akan tetapi 30 pertemuan diantara kedua pemai menjanjikan segalanya bagi pecinta tenis dunia. Federer mencoba meraih gelar pertamanya di turnamen Internazionali BNI d'Italia, Roma Masters, ini.

"Saya tidak yakin kalau itu sangat menyakitkan. Tetapi saya sedikit kecewa. Waktu itu suasana pertandingan luar biasa di lapangan utama Foro Italico, dan saya berpikir saya pantas mendapat itu. Nadal bertarung sangat keras dan saya menyesal dengan hasil akhirnya. Tetapi saya tidak memiliki penyesalan karena saya mendapatkan itu," kata Federer mengenang pertandingan final turnamen Roma Masters tahun 2006.

Federer di semifinal berhasil mengalahkan petenis muda asal Prancis, Benoit Paire, dengan pertarungan dua set 7-6, 6-4. Federer menang atas Paire, pemain yang dikalahkannya di Australia Terbuka.

"Saya tadi berharap akan lebih alot ketimbang di Australia Terbuka dan saya meletakkannya ke dalam situasi yang tidak menguntungkan buatnya," kata Federer mengomentari pertarungannya melawan Paire.

Sementara Rafa Nadal berhasil mengalahkan Tomas Berdych di semifinal dengan kemenangan dua set 6-2, 6-4.