Denpasar (ANTARA News) - Calon Gubernur Made Mangku Pastika berharap pemimpin Bali yang terpilih dalam pilkada, Rabu, dapat dipercaya masyarakat.

"Ini bukan menang kalah, tetapi siapa yang dipilih oleh rakyat dan tidak," kata Pastika usai mencoblos di TPS 11, SD 5 Penatih di Denpasar, Rabu pagi.

Dia menginginkan proses pemilihan yang jujur karena jika tak jujur, akan menghasilkan pemimpin tak jujur dan menyebabkan Pilkada Bali cacat hukum.

Terkait dugaan setiap pemilih di daerah Kubu, Karangasem mendapatkan surat suara lima hingga enam lembar, Pastika menyerahkan KPU dan Panwaslu untuk menindaklanjutinya.

"Hal seperti itu potensial bisa menimbulkan konflik dan ini harus dicegah karena mencari pemimpin harus jujur," ujarnya.

Dia mengaku sudah bekerja keras dan sebagian masyarakat sudah merasakannya, namun dia menyerahkan publik untuk menilainya. "Kalau di Bali istilahnya depang anake ngadanin (biarlah orang lain menilai). Kita tidak boleh menilai diri sendiri, karena pasti tidak fair," katanya.

Pastika diusung delapan partai politik meliputi Partai Golkar, Demokrat, Hanura, Gerindra, Partai Nasional Benteng Kerakyatan, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Amanat Nasional.

Sedangkan lawannya, Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan, diusung PDIP yang menjadi pemenang Pemilu 1999, 2004, dan 2009.