Yerusalem (ANTARA) - Kereta ringan pertama di Tel Aviv, Israel, diresmikan dalam sebuah upacara resmi, Kamis (17/8), menjelang operasi komersial pertamanya pada Jumat.

Dalam upacara yang digelar di pusat operasional Kiryat Aryeh di Kota Petah Tikvah, sebelah utara Tel Aviv, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memotong pita merah di pintu masuk sebuah stasiun kereta.

"Ini adalah peristiwa yang menggembirakan bagi Israel. Hari ini, kami mewujudkan visi transportasi Israel," katanya.

Benjamin menambahkan bahwa kereta itu akan menghubungkan sejumlah kota dan meningkatkan konektivitas di antara kota-kota itu.
PM Israel Benjamin Netanyahu (tengah) dan istrinya Sara (tiga kiri) menghadiri peresmian Light Rail Red Line di Petah Tikva, Tel Aviv, Israel, Kamis (17/8/2023). (ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen)


Kereta yang saat ini beroperasi pada jalur tunggal atau dikenal sebagai Jalur Merah (Red Line) itu akan memulai layanan komersial pertamanya pada Jumat pagi waktu setempat.

Menurut siaran pers yang dirilis Kementerian Perhubungan Israel, jalur sepanjang 24 Km itu memiliki 34 pemberhentian, yang 10 di antaranya terletak di bawah tanah. Jalur tersebut diperkirakan melayani sekitar 234.000 penumpang setiap hari.

Jalur Merah menghubungkan Tel Aviv dengan empat kota kecil di wilayah pesisir metropolitan, yakni Bat Yam, Ramat Gan, Bnei Brak, dan Petah Tikvah.

Dua jalur tambahan, yaitu Jalur Ungu (Purple Line) dan Jalur Hijau (Green Line), saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

PM Israel Benjamin Netanyahu (tengah) menghadiri upacara peresmian Light Rail Red Line di Petah Tikva, Tel Aviv, Israel, Kamis (17/8/2023). (ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen)