Semarang (ANTARA News) - Pemerintah Kota Semarang sedang mengembangkan beberapa daerah tujuan agrowisata seperti Gunungpati, Mijen, dan Ngaliyan dengan mengandalkan durian, kelengkeng, dan jambu kristalin.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana, jenis durian yang dikembangkan untuk mendukung agrowisata adalah varietas lokal yang disebut durian kholil.

"Tahun ini targetnya ada sekitar 40 ribu batang bibit durian kholil yang akan kami kembangkan atau meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 35 batang," katanya di Semarang, Jumat.

Sampai sekarang, kata Rusdiana, sudah ada sekitar 8.000 batang bibit durian kholil yang sudah dikembangkan.

Pengembangan durian kholil antara lain dilakukan di Bubakan (Mijen), daerah Ngaliyan serta Kelurahan Polaman, Purwosari, dan Karangmalang.

"Semakin banyak yang kami kembangkan, diharapkan ketersediaan durian semakin lama. Apalagi buah ini masih masuk buah semusim, November hingga Februari," katanya.

Pemkot Semarang, lanjut Rusdiana juga mengembangkan kelengkeng di Kelurahan Purwosari, Mijen, serta buah jambu kristalin dan sirikaya di daerah-daerah agrowisata.

"Jambu kristalin seperti jambu Bangkok, tetapi masih masih hijau rasanya sudah manis dan tidak ada bijinya," katanya.

Pengembangan daerah agrowisata buah di antaranya di Mijen dan Gunungpati tersebut diharapkan akan mendukung tempat wisata Waduk Jatibarang yang ditargetkan selesai pembangunannya tahun 2014.