Kupang (ANTARA) - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) membagikan 15.000 butir telur masak kepada ribuan peserta kegiatan perayaan puncak hari ulang tahun NFA ke-2 sebagai upaya pengendalian stunting di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Kami menyiapkan sekitar 15.000 butir telur rebus untuk disantap bersama dengan warga Kota Kupang dalam mendorong gerakan gemar makan telur sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi dan mencegah stunting," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Kupang, Sabtu.

Gerakan gemar makan telur yang dihadiri ribuan peserta itu juga dihadiri Ketua tim penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur Juli Sutrisno Laiskodat dan Pejabat Wali Kota Kupang George Melkianus Hadjoh.

Ia mengatakan telur dengan banyak kandungan nutrisi bisa menjadi asupan yang baik bagi pertumbuhan terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting sehingga masyarakat Indonesia terhindar dari stunting.

Baca juga: NFA: Gerakan Makan Telur atasi stunting sekaligus serap telur peternak
Baca juga: IDAI: Gerakan makan telur dan ikan tiap hari efektif turunkan stunting


Selain itu kata Arief Prasetyo Adi, upaya penurunan stunting juga dilakukan Badan Pangan Nasional melalui pemberian bantuan pangan daging ayam dan telur ayam bagi 700 keluarga risiko stunting di Kota Kupang.

Bantuan pangan tersebut berupa satu kilogram daging ayam beku, serta 10 butir telur ayam sebagai upaya pencegahan stunting.

Ia mengatakan bantuan pangan ini merupakan penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dimana pengelolaan dan pendistribusian dilaksanakan oleh ID FOOD dan PT Pos Indonesia.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kedua dari kanan) bersama Ketua tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur Juli Sutrisno Laiskodat (kanan) mengkonsumsi telur dalam kegiatan gerakan gemar makan telur dalam mencegah stunting yang diikuti ribuan warga di Kota Kupang, Sabtu (12/8/2023). ANTARA/Benny Jahang


Menurut dia, bantuan pangan daging ayam dan telur ayam dilakukan Badan Pangan Nasional tersebut di tujuh provinsi dengan sasaran 1,4 juta keluarga risiko stunting dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi.

Selain NTT terdapat enam provinsi lainnya yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Sumatera Utara.

Sementara itu Ketua Tim tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur Juli Sutrisno Laiskodat mengatakan melalui gerakan makan telur merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencegah stunting, karena telur memiliki kandungan protein yang tinggi untuk kebutuhan gizi anak-anak yang sedang dalam proses pertumbuhan.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: NTT jadi contoh pengentasan stunting
Baca juga: BKKBN latih masyarakat Lembata manfaatkan pangan lokal atasi stunting
Baca juga: Pemkab Kupang targetkan 2024 angka stunting turun menjadi 9,3 persen