Jakarta (ANTARA) - Kota Surakarta meraih penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas dedikasi dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Penghargaan ini diserahkan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta Selvi Ananda pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 di Pendopo Gedhe Balai Kota Surakarta, Rabu.

“Kota Surakarta ini bagus, karena dari angka stunting 20,4 persen turun jadi 16,2 persen pada 2022, sekitar 4 persen lebih. Sementara secara nasional turun 2,8 persen. Saya berharap di akhir tahun 2023 ini Solo bisa di bawah 14 persen, ini bisa jadi percontohan untuk daerah lain,” kata Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta.

Baca juga: Surakarta jadi percontohan penanganan stunting
Penghargaan Manggala Karya Kencana adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh BKKBN kepada individu yang dinilai mampu berkomitmen dalam Program Bangga Kencana serta berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dinilai gencar mengajak masyarakat terlibat dalam percepatan penurunan stunting melalui pemeriksaan anak di bawah dua tahun (baduta) dan balita di posyandu. Begitu pula Ketua TP PKK Surakarta yang aktif mengajak masyarakat melakukan cek anak-anaknya ke posyandu.

Menurut Hasto, penghargaan ini layak diberikan kepada Kota Surakarta atas kolaborasi yang kompak dari Tim Pendamping Keluarga (TPK), PKK, kader, dan pemerintah dalam menuntaskan permasalahan stunting.

Baca juga: Pemkot Surakarta lakukan penanganan anak berisiko stunting
“Kekompakan dari setiap tim sangat baik, dan ada 1.000 lebih Tim Pendamping Keluarga yang dikerahkan di Kota Surakarta, lalu banyak juga inovasinya, aplikasi di Surakarta juga sudah by name by address, sehingga bantuan-bantuan yang disebarkan di Solo ini sudah tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Surakarta Purwanti menjelaskan masih banyak tantangan yang akan dihadapi Pemkot Solo dalam menuntaskan permasalahan stunting.
“Perlu disadari bahwa masih banyak tantangan dan kendala dalam percepatan penurunan stunting di Kota Surakarta yakni terkait mobilitas penduduk, faktor ekonomi, dan pola asuh anak. Maka dari itu, besar harapan kami agar dukungan dan kerja sama bisa terus dilakukan,” ucapnya.

Baca juga: Kepala BKKBN: Keluarga jadi fondasi kemajuan bangsa