Tokyo (ANTARA News) - Mata uang Euro dan dolar melemah pada perdagangan Asia, Senin, di tengah kekhawatiran terhadap Siprus yang dilanda utang serta ketidakpastian politik di Italia.

Pada perdagangan pagi di Tokyo, dolar melemah ke posisi 93,89 yen terhadap 94,20 yen dalam perdagangan Paskah akhir pekan di New York, Jumat.

Euro dibeli 1,2777 dolar dan 119,98 yen, melemah dari 1,2818 dolar dan 120.78 yen di perdagangan Amerika Serikat, karena bailout Siprus dan ketidakstabilan politik Italia memicu kehati-hatian dalam perdagangan mata uang bersama

Sentimen euro tertekan setelah Siprus menata untuk membuka bank-banknya sebagai langkah awal dari proses pembelajaran dalam program rehabilitasi ekonomi dan keuangan negara itu.

Dalam beberapa pekan ke depan akan melihat pada pertemuan kebijakan moneter oleh Bank of Japan (BoJ), Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England. Demikian diberitakan AFP.

Pasar akan mengamati untuk melihat apakah kepala ECB Mario Draghi mencoba menenangkan pasar ketika ia mengadakan pengarahan rutin bulanan pada Kamis, meskipun para pengamat bank mengatakan ECB kemungkinan akan menunda setiap langkah-langkah kebijakan baru.

Sementara itu, sebuah jajak pendapat yang dirilis BoJ Senin menunjukkan bahwa kepercayaan di antara manufaktur terkemuka Jepang meningkat pada kuartal pertama. Karena Tokyo terus berupaya keras mengembalikan pertumbuhan yang lamban di ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

Gubernur baru BoJ, Haruhiko Kuroda, dalam pertemuan kebijakan pekan ini menuturkan rencananya untuk memicu ekonomi dan sumpahnya untuk mengalahkan deflasi tahunan, telah memicu spekulasi bahwa BoJ akan meluncurkan gelombang baru langkah-langkah kebijakan agresif yang cenderung melemahkan yen, membantu eksportir negara itu.
(S004)