Beijing (ANTARA News) - Kemarau yang telah berlangsung sejak Oktober telah mempengaruhi 23,7 juta orang Yunnan, Gansu dan Sichuan, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi lebih dari 1,1 miliar dolar AS, kata pemerintah urusan sipil.

Komisi Pengurangan Bencana Nasional (NDRC) dan Kementerian Urusan Masyarakat menggagas reaksi darurat terhadap kemarau Kamis kemarin dan mengirim beberapa tim kerja untuk membantu meringankan dampak bencana, lapor Xinhua.

NDRC juga telah mengatur pertemuan guna menganalisis penyebab kemarau dan merancang langkah meringankan penderitaan warga.

Pemerintah menyatakan kemarau mungkin masih berlangsung karena hujan lebat diperkirakan baru turun April nanti.

(C003)