Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 4.000 jiwa warga di Desa Lei Kabupaten Sikka Maumere, Nusa Tenggara Timur, kini dapat menikmati air bersih setelah bak penampungan air hujan di desa tersebut diresmikan oleh Ketua Umum Bhayangkari Julianti Sigit Prabowo.


Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, Ketua Umum Bhayangkari beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah NTT, selain meresmikan bak penampungan air hujan, juga menyalurkan bantuan sembako untuk anak-anak stunting, penyandang disabilitas, hingga melaksanakan bakti kesehatan.

Romo Pius Ino Pastur Keluarga Kudus Lei Paguhe Keuskupan Maumere NTT mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih atas diresmikannya bak penampungan air hujan tersebut.
"Terima kasih kepada Ibu Ketua Umum Bhayangkari Nyonya Juliati Sigit Prabowo telah mengumpulkan kami untuk peresmian bak penampungan air hujan bagi 4.000 jiwa umat di Lei," kata Romo Pius.

Baca juga: Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara gerakan dukung perekonomian
Menurut Romo Pius, warga sekitar sangat membutuhkan ketersediaan air bersih. Dengan adanya bak penampungan air tersebut, membantu warga untuk mendapatkan air.

"Sebuah peristiwa yang menggembirakan setelah sekian lama kami mengharapkan adanya air bersih di tempat kami. Kami ucapkan terima kasih untuk ibu," ujar Romo Pius.

Tidak hanya meresmikan bak penampungan air, Ketum Bhayangkari dan rombongan juga menyalurkan bantuan 100 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu di Desa Lei.

Kunker Pengurus Bhayangkari Polri terus berlanjut menuju Desa Reruwairere untuk membagikan 125 paket sembako kepada masyarakat sekitar.

Kemudian, Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan menuju ke Desa Reruwairere untuk meninjau lokasi galian sumur

Dari Desa Reruwairere, Ketum Bhayangkari dan rombongan melanjutkan kunker ke Kantor Kecamatan Palue untuk memberikan bantuan kepada anak stunting sebanyak 60 paket sembako, kepada penyandang disabilitas sebanyak 60 paket sembako serta 21 kursi roda.


Sambutan dan keceriaan anak-anak serta warga sekitar tergambar saat menerima bantuan tersebut. Perangkat desa, warga, hingga Kapolda NTT Irjen Pol. Johni Asadoma pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Bantuan lainnya, seperti sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan mulut dan gigi juga diberikan Ketua Umum Bhayangkari melalui Tim Dokkes Polri di sekolah SMAN St. Benediktus Palue.

Kunker Ketum Bhayangkari telah dimulai sejak Kamis (26/7) di Desa Nita, Kabupaten Sikka, dengan mendatangi Sanggar Tenun Ikat Lepo Lorun.

Destinasi wisata ini dikenal sebagai tempat yang menghadirkan berbagai jenis kain adat daerah Kabupaten Sikka serta menampilkan proses pembuatannya.


Di Sanggar Tenun Ikat Lepo Lorun, Juliati Sigit Prabowo antusias menyaksikan langsung proses pembuatan, mulai dari pemetikan kapas hingga pemisahan kapas dengan biji kapas, proses kintal kapas menjadi benang, hingga proses pencelupan atau pewarnaan benang menggunakan bahan-bahan alami.
Proses itu dipandu dengan cermat oleh Ibu Nona Ferni yang merupakan karyawan Lepo Lorun.

Tak hanya menjadi penonton, Ketua Umum Bhayangkari juga turut mencoba mengenakan kain adat yang diproduksi di Sangar Tenun Ikat Lepo Lorun. Kain itu merupakan hasil dari proses tenun yang luar biasa dan bernilai tinggi dari segi seni dan keindahan.

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan karya-karya para anggota Bhayangkari Daerah NTT.


Kunjungan dalam rangka mendukung pariwisata dan pengembangan kebudayaan lokal, serta memberikan apresiasi terhadap kerajinan dan karya-karya masyarakat NTT.
"Saya ingin mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, marilah kita apresiasi kegiatan-kegiatan sosial seperti ini dengan sebaik-baiknya," kata Julianti.