Cape Canaveral (ANTARA News) - Wahana penjelajah Curiousity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pulih dari gangguan komputer, yang menyebabkannya tidak bekerja sepekan dan kini kembali menganalisis contoh bebatuan di Planet Mars.

Sebelum mengalami gangguan komputer, wahana penjelajah Curiosity itu mengirim laporan ke Bumi hasil analisis bebatuan di Kepundan Gale, tempat pendaratan. Kepundan itu disebut mengandung bahan kimia, yang diperlukan untuk kehidupan kuman.

Ini merupakan temuan utama atas misi penjelajahan yang direncanakan selama dua tahun.

Para ilmuwan sangat antusias menanti informasi tambahan dari contoh bebatuan yang dibor dari lempengan batuan dasar di kawasan Teluk Yellowknife.

Curiosity secara otomatis menghentikan pekerjaannya pada 17 Maret ketika mendeteksi ada masalah dengan arsip data komputer. Gangguan itu terjadi saat robot penjelajah Mars sedang dalam pemulihan atas gangguan lain yang tidak terkait dengan masalah komputer.

"Kekosongan kerja yang tidak terencana itu berakhir pada akhir pekan," kata Wakil Kepala Proyek NASA, Jim Erickson. "Ini proses pemulihan yang lambat, tetapi kami didukung dengan ilmu," kata Erickson.

Analisa bubuk batu akan berlanjut sekitar seminggu lagi. Mulai 4 April, komunikasi radio antara Bumi dan Mars akan terhadang Matahari sekitar satu bulan, sehingga operasi ilmiah penjelajahan tersebut akan terhenti lagi.

Ketika komunikasi antar-planet itu pulih pada 1 Mei, para ilmuwan berencana melakukan penggalian pada lubang kedua ke dalam batu untuk membuktikan kebenaran hasil temuan sebelumnya dan melihat lebih jauh tanda-tanda karbon organik.

Penjelajah Mars bernilai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat itu mendarat di Mars pada 6 Agustus 2012 untuk menaksir planet yang paling mirip Bumi itu, apakah memiliki kandungan kimia dan lingkungan hidup bagi kuman.

Para ilmuwan akan mengendalikan robot tanpa awak itu untuk menjelajah sekitar lima kilometer pada gundukan tinggi yang mungkin merupakan sedimen yang terangkat naik dari dasar kepundan Gale.

(M007/B002)