Ternate (ANTARA) - Perwakilan BKKBN Maluku Utara dan Komisi V DPR RI gencar melakukan sosialisasi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana untuk mencegah peningkatan angka stunting di Indonesia.

"BKKBN memiliki banyak program yang menyasar balita, remaja, hingga lansia. Saat ini BKKBN tidak lagi berjuang mengendalikan jumlah penduduk, namun lebih pada meningkatkan kualitas penduduk. Pencegahan stunting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk, sehingga pada tahun 2045 Indonesia memiliki generasi yang berkualitas," kata Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara Nuryamin di Ternate, Rabu.

Dia menyebut sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama di Desa Lina Ino Kecamatan Tobelo Tengah Kabupaten Halmahera Utara pada 26 Juli 2023 melibatkan Komisi V DPR RI dari Dapil Maluku Utara Irene Yosiana Roba Putri.

"Saya bersama mitra kerja Komisi V DPR RI melaksanakan sosialisasi KIE Program Bangga Kencana itu sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting," ujar Nuryamin.

Baca juga: Bappenas memfokuskan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas

Sementara itu dalam paparannya anggota Komisi V DPR-RI Irene Yasiana Roba Putri menekankan pentingnya pencegahan stunting dengan cara memperhatikan asupan gizi anggota keluarga.

Selain itu ia mengingatkan masyarakat agar pada bayi yang baru lahir diberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan rutin membawa balita ke posyandu.

"Di posyandu balita akan dicek tumbuh-kembang dan diberikan vitamin. Jadi terpantau pertumbuhan dan perkembangannya. Kalau ada yang terindikasi anak tersebut stunting cepat dilakukan intervensi," ujar Irene Yosiana.

Pihaknya juga terus mengupayakan program percepatan penurunan stunting yang dapat langsung menyentuh masyarakat. Selain itu ia juga menyampaikan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai asupan gizi dalam pencegahan stunting yang potensinya sangat melimpah di Halmahera Utara.

Baca juga: Ketua DPR ajak masyarakat perangi bahaya stunting pada anak

Menurut dia, pencegahan stunting sebenarnya tidak sulit karena dapat dilakukan dengan cara tidak hamil terlalu tua, tidak hamil terlalu muda, tidak hamil terlalu dekat, dan tidak hamil terlalu banyak.

"Jadi sebenarnya mencegah stunting itu nggak sulit. Jangan terlalu tua kalau hamil karena berisiko stunting. Kalau terlalu muda ya tidak boleh, karena organ reproduksi masih belum siap, bisa berisiko stunting juga," katanya.

Irene juga menyoroti peran suami yang mendampingi istri sedang hamil. Suami, kata dia, harus menjadi bagian dari sistem sistem yang mendukung kehamilan sehingga istri bahagia dan janin yang di kandung sehat.

"Suaminya jangan bikin istri stres, bisa mengganggu perkembangan janin. Jangan merokok, minum miras, itu dilarang keras. Kalau istrinya muntah-muntah tidak bisa makan, langsung dibawa ke puskesmas. Jangan sampai kekurangan gizi, karena ibu hamil itu harus banyak makan makanan bergizi," ujarnya.

Baca juga: Turunkan stunting, DPR RI serukan kebiasaan makan sehat sejak dini