Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan pola kerja Badan Anggaran DPR RI perlu disempurnakan sehingga memperkecil peluang adanya potensi penyalahgunaan anggaran.

"Saya kira Banggar itu tidak melanggar kok, hanya memang perlu disempurnakan, korupsi itu tidak satu pihak, kan sudah saya sampaikan korupsi di Banggar itu karena ada kongkalikong dengan pihak eksekutif, lah ini mata rantai harus diputus," kata Marzuki usai menghadiri pengucapan sumpah jabatan Wakil Ketua Mahkamah Agung di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan peran Badan Anggaran pada DPR RI diperlukan untuk melakukan sinkronisasi anggaran yang dibahas antar komisi.

"Banggar itu diperlukan untuk singkronisasi. Sinkronisasi hasil daripada komisi-komisi, siapa yang menggabungkan? anggaran kan satu paket iya kan, sedangkan komisi-komisi itu persektoral, per kementerian lah siapa yang mensingkronisasikan anggaran ya Banggar," katanya.

Oleh karena itu, Ketua DPR RI menilai peran Badan Anggaran diperlukan namun demikian ia meminta bila ada perubahan anggaran maka hendaknya dikonsultasikan juga dengan komisi terkait.

"Tetapi dalam konteks ini saya mengingatkan sebaiknya Banggar itu kalau ada perubahan alokasi sebaiknya harus dialokasikan dengan komisi- komisi, jangan seenaknya saja mengalokasikan, termasuk adanya optimalisasi," kata Marzuki.

Ia menambahkan, "dana optimalisasi itu apa sebaiknya dikembalikan ke Kemenkeu untuk mengurangi defisit anggaran atau nanti dikembalikan ke komisi-komisi untuk dialokasi kembali kepada proyek-proyek atau program-program yang belum bisa dilaksanakan."
(P008/R010)