Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping meminta mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk terus memajukan kerja sama kedua negara, setelah hubungan bilateral mendingin karena penerus Duterte merapat ke Amerika Serikat.

"Saya harap Anda akan terus memainkan peran penting dalam kerja sama yang bersahabat (antara China dan Filipina)," demikian laporan media pemerintah yang mengutip Xi dalam pertemuan di wisma tamu negara Diaoyutai di Beijing pada Senin.

China selalu bersikeras untuk bersahabat dengan tetangganya, yang dilihatnya sebagai mitranya, kata Xi, tanpa mengomentari keadaan hubungan bilateral saat ini.

"Selama masa jabatan Anda sebagai presiden Filipina, Anda telah dengan tegas membuat pilihan strategis untuk meningkatkan hubungan dengan China dalam sikap bertanggung jawab kepada rakyat dan sejarah," kata Xi kepada Duterte.

Bulan lalu, Duterte mengatakan kepada media dalam negeri bahwa Filipina bisa menjadi "kuburan" jika terjebak dalam ketegangan AS-China.

Presiden Filipina Ferdinand Marco Jr terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan enam tahun pada 2022, menggantikan posisi Duterte yang lebih pro China.

Di bawah Marcos, hubungan antara China dan Filipina menjadi tegang karena Manila beralih kembali ke sekutu tradisionalnya, AS.

Filipina dan AS menegaskan kembali aliansi keamanan yang telah berlangsung puluhan tahun selama perjalanan Marcos ke AS pada Mei, ketika dia bertemu dengan Presiden Joe Biden, yang mengatakan komitmen kuat AS untuk membela sekutunya.

Washington telah berjanji untuk membela Filipina, yang memungkinkan AS mengakses empat pangkalan militer tambahan tahun ini. Keputusan ini membuat marah China.

Marcos juga mengatakan pemberian akses bagi AS ke empat pangkalan militer itu adalah langkah pertahanan yang akan bermanfaat jika China menyerang Taiwan yang diperintah secara demokratis, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.


Sumber: Reuters
Baca juga: Xi, Duterte singgung Laut China Selatan
Baca juga: Xi tegaskan ke Duterte akan damai di Laut China Selatan
Baca juga: Presiden Filipina akan bahas Laut China Selatan di Beijing