PBB, New York (ANTARA News) - Amerika Serikat telah melanggar kedaulatan Pakistan dan mengguncang tatanan suku dengan serangan pesawat tanpa awak dalam operasi kontra-terorismenya di dekat perbatasan Afghanistan, kata seorang penyelidik hak asasi manusia PBB di dalam satu pernyataan, Jumat (15/3).

Pelapor khusus PBB mengenai hak asasi manusia dan kontra-terorisme, Ben Emmerson, mengunjungi Pakistan selama tiga hari pekan ini sebagai bagian dari penyelidikannya mengenai dampak yang diderita warga sipil dari penggunaan pesawat tanpa awak dan bentuk lain pembunuh terarah.

"Sebagai masalah hukum internasional, aksi pesawat tanpa awak milik AS di Pakistan ... dilakukan tanpa izin wakil terpilih rakyat, atau Pemerintah Negara yang Sah," kata Emmerson di dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Komisariat Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia (OHCHR) di Jenewa.

"Itu melibatkan penggunaan kekerasan terhadap wilayah negara lain tanpa izinnya dan oleh karena itu adalah pelanggaran terhadap kedaulatan Pakistan," kata Emmerson sebagaimana dilaporkan Reuters, Sabtu malam.

Emmerson mengatakan pada Januari ia akan menyelidiki 25 serangan pesawat tanpa awak di Pakistan, Yaman, Somalia, Afghanistan dan wilayah Palestina. Ia direncanakan mengajukan laporan akhirnya ke Sidang Majelis Umum PBB pada Oktober.

Washington tak mengomentari pernyataan Emmerson.

"Kami telah melihat siaran persnya. Saya tentu saja takkan berbicara mengenai informasi rahasia di sini," kata wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland. "Kami mengadakan dialog kuat kontra-terorisme dengan Pakistan dan itu akan berlanjut."

Juru Bicara Josh Earnest mengatakan Gedung Putih akan menahan penilaian sampai melihat laporan lengkap Emmerson.

"Kami memiliki hubungan kerja yang kuat dengan mereka (Pakistan) mengenai sejumlah masalah, termasuk hubungan kerja sama keamanan erat, dan kami mengadakan kontak dengan mereka dengan dasar rutin mengenai masalah itu."

(SYS.C003)