Singapura (ANTARA) - Dolar AS di posisi terendah 15 bulan di awal sesi Asia pada Jumat pagi, setelah terjun tajam semalam, karena pasar bertaruh Federal Reserve mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga di tengah meredanya inflasi.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam rival utama, berada di 99,71 pada awal jam Asia, terendah sejak April 2022. Indeks berada di jalur untuk minggu terburuk sejak November.

Harga produsen AS hampir tidak naik pada Juni dan kenaikan tahunan inflasi produsen adalah yang terkecil dalam hampir tiga tahun, data menunjukkan pada Kamis (13/7/2023), sehari setelah harga konsumen naik sedikit bulan lalu sebagai bukti bahwa ekonomi terbesar dunia itu telah memasuki fase pelonggaran inflasi.

"Pasar umumnya cukup senang dengan data inflasi yang lebih rendah, karena inflasi yang lebih rendah bersama dengan pasar tenaga kerja yang masih tangguh mendukung narasi soft landing ekonomi AS," kata Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia di Sydney.

"Tapi kami masih mempertahankan pandangan kami bahwa AS akan memasuki resesi akhir tahun ini karena dampak kenaikan suku bunga di masa lalu dan berpotensi di masa depan."

Pasar memperkirakan peluang 92 persen kenaikan 25 basis poin dari Fed akhir bulan ini, alat CME FedWatch menunjukkan, tetapi tidak lebih untuk sisa tahun ini.

Data pada Kamis (13/7/2023) juga menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap ketat bahkan saat pertumbuhan pekerjaan melambat.

Ryan Brandham, kepala pasar modal global Amerika Utara di Validus Risk Management, mengatakan data klaim pengangguran mingguan dan harga produsen mendukung soft landing.

"Jika Fed ingin menaikkan suku lagi akhir bulan ini ... itu akan diyakinkan oleh data pekerjaan. Meskipun tren inflasi yang lebih rendah baru-baru ini mungkin menggembirakan, itu mungkin tidak cukup untuk mengubah keputusan komite."

Namun, pejabat Fed tetap berhati-hati, dengan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan dia belum siap untuk menjelaskan semua tentang inflasi AS dan lebih menyukai kenaikan suku bunga tahun ini.

Sementara itu, dolar Australia melemah 0,16 persen menjadi 0,688 dolar AS setelah Michele Bullock ditunjuk sebagai kepala bank sentral Australia pada Jumat, menjadi gubernur wanita pertama saat melakukan reorganisasi besar-besaran.

Euro menyentuh puncak baru 16 bulan di 1,1229 dolar di jam Asia sebelum turun ke 1,1222 dolar, sementara sterling terakhir mencapai 1,3119 dolar, turun 0,11 persen. Pound menembus di atas 1,30 dolar pada Kamis (13/7/2023) untuk pertama kalinya sejak April 2022.

Yen Jepang menguat 0,23 persen menjadi 137,71 per dolar dan berada di jalur untuk minggu terbaiknya terhadap dolar sejak Januari.

Di pasar uang kripto, bitcoin terakhir naik 0,03 persen menjadi 31.367,56 dolar AS, setelah menyentuh hampir puncak dua bulan di 31.818 dolar AS semalam. Ethereum terakhir naik 1,4 persen menjadi 2.014,10 dolar AS.


Baca juga: Indeks dolar AS jatuh di bawah angka 100 karena inflasi mereda
Baca juga: Yuan kembali terangkat 209 basis poin jadi 7,1318 terhadap dolar AS
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi jadi Rp14.959 per dolar AS