Kota Bogor (ANTARA) - Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi (PKJN RSJMM) sebagai pengampu rumah sakit lain di Indonesia mempersiapkan 3 inovasi untuk meningkatkan layanan kesehatan jiwa dan non-jiwa kepada masyarakat.

Direktur Utama PKJN RSJMM, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf pada peringatan hari jadi ke-141 rumah sakit tersebut di Lapangan KPPA RSJMM, Bogor, Sabtu, mengatakan inovasi itu meliputi pusat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang telah diresmikan.

Lalu, pengembangan resor kesehatan jiwa dan layanan terapi cuci darah di luar tubuh yang masih menunggu peresmian.

"Semoga kedua inovasi ini, resor dan layanan terapi cuci darah di luar tubuh bisa segera diresmikan Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2023," kata dr Nova.

Baca juga: RSJ Sumut siapkan 100 tempat tidur untuk pengguna napza

Baca juga: Menkes Budi Gunadi lantik Dirut baru RSJ Marzoeki Mahdi


Dia menjelaskan pusat pengembangan kompetensi SDM ini dapat melayani berbagai kalangan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, anak prasekolah, remaja berupa pelatihan keterampilan hidup atau pencegahan bunuh diri, permasalahan jiwa orang dewasa muda sampai dengan usia yang akan menghadapi usia pensiun, sampai dengan lansia.

Program pengembangan kompetensi SDM itu pun telah dibuka di Gedung Candradimuka oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Azhar Jaya.

Ia memastikan, semuanya dilayani oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang profesional mulai dari psikiater, dokter spesialis lain, psikolog, perawat, dan tenaga kesehatan lain.

Kemudian, kata dr Nova, mengenai inovasi kedua, resor kesehatan jiwa akan memanfaatkan wilayah rumah sakit seluas 57 hektar dengan lingkungan alam yang hijau dan asri. Ia mengaku terinspirasi dari resor kesehatan jiwa yang ada di Mesir dan juga berbagai wisata medis di negara lain.

Selanjutnya, yang ketiga ialah pengembangan unit hemodialisa atau terapi cuci darah di luar tubuh untuk layanan non-jiwa.

Selain itu, dia menyampaikan PKJN RSJMM berkonsentrasi menjadi rumah sakit ramah lingkungan dan terdepan dalam mempersiapkan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan jiwa manusia Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Azhar Jaya menerangkan saat ini Kemenkes sedang melaksanakan transformasi kesehatan. Di antaranya transformasi pelayanan Kesehatan rujukan.

Menteri Kesehatan, kata dr Azhar, sudah menentukan sembilan penyakit prioritas yang harus menjadi perhatian bersama.

Dari sembilan itu, layanan jiwa termasuk prioritas, sehingga perlu ditunjuk rumah sakit pengampu layanan kesehatan jiwa.

Kemudian, dari serangkaian penilaian, RSJ Marzoeki Mahdi dipilih sebagai pusat kesehatan jiwa nasional.

"PKJN ini sebetulnya menjadi tugas berat karena RSJMM harus mengampu layanan Kesehatan jiwa se-Indonesia, serta harus menjadi best of the best di antara rumah sakit jiwa,” ujarnya.*

Baca juga: Pemkab Sleman siapkan kader kesehatan jiwa hingga kecamatan

Baca juga: Dinkes: Pemkab Sintang mulai operasikan Rumah Sakit Jiwa Sudiyanto