Jakarta (ANTARA) - Warga di bantaran Kali Baru, Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk segera memperbaiki dan membangun turap baru guna mengantisipasi meluapnya air kiriman dari Bogor, Jawa Barat.

"Harapan kami secepatnya diperbaiki turapnya dan dibangun turap baru yang lebih tinggi karena sebentar lagi akan datang musim penghujan. Sekarang sudah Juli, September sudah mulai musim hujan lagi, harapan saya secepatnya dilakukan," kata Ketua RT 01/RW 01 Rudi Rohendi ketika ditemui di Pintu Air Hek, Kramat Jati, Selasa.

Pemkot Jakarta Timur sebelumnya menyatakan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera memperbaiki turap Kali Baru Kramat Jati, Jakarta Timur, guna mengantisipasi terjadinya genangan air.

"Menurut informasi seperti itu, di awal Juli 2023 dilakukan pengerjaan perbaikan turap," ujarnya.

Menurut dia, perbaikan turap akan dilakukan di enam RT wilayah RW 01, yakni RT 01, 02, 03 04, 09 dan RT 10 dengan panjang sekitar 491 meter.

"Rencananya perbaikan turap mulai dari Jembatan Komseko hingga Jembatan Bulak Rantai," kata Rudi.

Sejak 2019 air dari Kali Baru kerap meluap ketika mendapat kiriman dari Bogor dan Depok.
Ketua RT 01/RW 01 Rudi Rohendi saat memberikan keterangan pers di Pintu Air Hek, Kali Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (4/7/2023). ANTARA/Syaiful Hakim
Menurut dia, kondisi turap yang ada saat ini sudah rusak mengingat banyak celah di turap yang membuat air menjadi rentan rembes, khususnya ke arah permukiman warga.

"Paling parah beberapa tahun belakangan ini, sejak 2019, kalau banjir di permukiman, genangan air paling parah satu meter, warga tidak bisa kemana-mana karena akses keluar susah," ucapnya.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Muhammad Anwar saat meninjau Kali Baru di kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (21/5), mengatakan, turap di Kali Baru akan segera dikerjakan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta pada Juli 2023.

Hal itu untuk mengatasi genangan air yang sering kali terjadi di perempatan Hek, Jalan Raya Bogor, Kramat Jati.

Menurut dia, perbaikan turap sedikit terkendala karena adanya rumah-rumah di dekat turap, sehingga dikhawatirkan membahayakan jika terjadi longsor pada turap.

"Saya melihat kondisi di lapangan turap Kali Baru Hek, kawasan ini sering terlimpas (terlampaui oleh air) ke jalan itu terkendala adanya rumah-rumah di dekat turap. Jadi, kita mau membetulkan turap tersebut," kata Anwar.
Kondisi turap di Kali Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur, yang sudah memprihatinkan, Selasa (4/7/2023). ANTARA/Syaiful Hakim
Perbaikan turap Kali Baru di kawasan Hek dilakukan dengan total panjang 1,2 kilometer. Perbaikan termasuk penyempurnaan dan perbaikan di Pintu Air Hek.

"Mudah-mudahan permasalahan di sini cepat terealisasi karena jika ada kiriman air dari Bogor dikhawatirkan akan tumpah ke jalan atau permukiman warga. Mudah-mudahan nanti setelah pengerjaan selesai tidak terjadi lagi permasalahan genangan di wilayah Hek Kramat Jati," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Timur, Wawan Kurniawan pernah mengatakan, Dinas SDA DKI akan membuat turap-turap baru di Kali Baru sehingga tidak ada lagi turap yang bocor dan menggenangi perempatan Hek, Kramat Jati.

"Saat ini masih dalam proses lelang pembuatan turapnya," ujarnya.

Tak hanya itu, Dinas SDA DKI juga segera melakukan normalisasi Kali Baru.

"Rencananya Dinas SDA DKI Jakarta segera normalisasi Kali Baru agar tak ada lagi luapan air ke jalan dan ke permukiman warga di bantaran kali," kata Wawan.