Pekanbaru, Riau (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Riau bekerjasama dengan perusahaan asing asal Inggris mengelola sampah sebagai sumber energi listrik bagi masyarakat tempatan.

Penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Riau dengan PT The Group of Twenty (G-20) juga melibatkan Riau Investment Corp Compani (RIC) itu digelar Senin sore di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru.

"Dengan ilmu dan teknologi yang amat canggih sekarang ini, pemanfaatan sampah menjadi energi upaya yang justru mampu menyelamatan lingkungan dari permasalahan limbah," kata perwakilan PT G-20, Andrew.

Sumber utama untuk menghasilkan listrik, katanya, dapat berasal dari limbah rumah tangga atau perkebunan kelapa sawit.


Menurut dia, hal ini merupakan yang pertamakali dilaksanakan di Indonesia dan akan terus dikembangkan ke sejumlah wilayah lain Tanah Air.

"Pembangunan pembangkit tenaga listrik berbasis sampah ini akan berdampak pada perokonomian Riau dan Kota Pekanbaru," kata Walikota Pekanbaru, Firdaus MT.

Pembangunan pembangkit tenaga listrik berbasis sampah ini akan segera dilaksanakan di tempat penampungan akhir sampah di Pekanbaru dan kemudian di seluruh Riau.



(KR-FZR)