Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan upaya penghematan energi di sejumlah gedung terutama gedung milik Pemprov DKI.

"Dari hasil monitoring yang kami lakukan, tercatat sebanyak 31 gedung milik Pemprov DKI termasuk dalam kategori efisien," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Andi Baso di Jakarta, Kamis.

Menurut Andi, gedung-gedung pemda sudah melakukan hemat energi sejak tiga bulan terakhir. Penghematan tersebut diterapkan pada penggunaan listrik, air dan pendingin ruangan atau AC.

Berdasarkan hasil monitoring tersebut, penggunaan air tanah pada triwulan ketiga dan keempat 2012 menurun sebesar 9,1 persen dibandingkan dengan semester pertama, yakni menjadi 593.723 meter kubik dari penggunaan rata-rata 653.227 meter kubik.

"Penghematan air tanah itu justru meningkatkan penggunaan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) hingga 2,7 persen, yakni menjadi 27.019.615 meter kubik dari rata-rata semula 25.468.351 meter kubik," ujar Andi.

Sementara itu, lanjut Andi, penggunaan listrik pada triwulan ketiga 2012 menurun rata-rata sebesar 5,5 persen dibandingkan semester pertama. Tagihan listrik, lanjut dia, juga mengalami penurunan rata-rata sebesar empat persen.

"Selain itu, pada triwulan keempat juga menurun rata-rata 1,8 persen untuk pemakaian listrik dan 0,6 persen untuk tagihan biaya listrik," ungkap Andi.

Andi mengimbau para pengelola gedung agar lebih maksimal dalam melakukan penghematan energi dan air seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 156 tahun 2012.

"Kami juga mengimbau pengelola gedung mencatat nilai KWH meter setiap bulan secara rutin, kemudian melaporkannya kepada kami," tambah Andi.

Gedung-gedung yang dipantau oleh Dinas Perindustrian dan Energi DKI tersebut, antara lain Balai Kota DKI Jakarta, lima kantor walikota, lima kantor Samsat, 18 gedung dinas, gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dan gedung UPT Pusdiklat Pemadam Kebakaran.**
(R027/N002)