Jakarta (ANTARA) - Band Indie surf rock The Panturas merilis video musik untuk lagu "Jim Labrador" yang ditayangkan melalui kanal YouTube mereka mulai Jumat (23/6) tengah malam, menampilkan para pemeran mulai dari Bio One, Mea Shahira, hingga Ravi Septrian.

"Jim Labrador" merupakan lagu yang termasuk dalam album studio kedua The Panturas "Ombak Banyu Asmara" yang dirilis pada 2021. Lirik lagu ini menggambarkan karakter tentang seorang preman fiktif bernama Jim Labrador.

Sutradara Dwi Agung Pambudi mengatakan cerita yang disajikan dalam video musik "Jim Labrador" berangkat dari asal-usul latar belakang karakter tersebut yang coba dia gali. Sebelum menggarap video musiknya, Dwi bahkan menulis naskah skenario terlebih dahulu.

Baca juga: The Panturas mainkan nada Melayu lewat lagu "Tafsir Mistik"

"Memang ini sebenarnya Jim Labrador sebelum menjadi 'Jim Labrador'. Makanya, gue tulis namanya (nama awal karakter) Nurodji," kata Dwi saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.

"Di mana background dari si Jim Labrador, kenapa dia bisa jadi seorang Jim Labrador, kenapa dia bisa jadi sosok Jim Labrador yang ada di lagunya yang keras, yang preman banget," imbuh dia.
(Dari kanan ke kiri) Sutradara Dwi Agung Pambudi bersama para personel The Panturas saat jumpa pers peluncuran dan penayangan video musik "Jim Labrador" di Jakarta, Kamis (22/06/2023). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)



Sementara itu, bassist Bagus Patria atau akrab disapa Bagus Gogon memastikan bahwa karakter Jim Labrador merupakan karakter yang murni fiktif. Melalui karakter tersebut, The Panturas hanya mencoba untuk menggambarkan kehidupan seorang preman di Jakarta.

"Banyak yang mengira Jim Labrador itu siapa, preman dari mana. Gue cuma menggambarkan Jim Labrador itu adalah seorang preman yang mungkin Jakarta banget, ya," kata dia.

Video musik "Jim Labrador" menampilkan adegan aksi berdarah yang dimainkan oleh Bio One dan Ravi Septrian, dengan visual ala film laga mandarin dekade 1970-an. Bagi Dwi, ini menjadi pengalaman pertama baginya untuk menggarap video musik bergenre aksi.

"Mereka (para pemeran) sangat menjadi karakternya, bahkan berantemnya kelihatan natural di mata gue. Dan pertama kali juga buat action benar-benar koreografi," kata Dwi.

Produser Eliza Cheisa juga mengakui bahwa genre aksi menjadi tantangan tersendiri dalam produksi video musik "Jim Labrador". Menurut dia, proses pembuatannya lebih sulit dua kali lipat dibanding proyek lain yang pernah dikerjakan.

"Dimulai dari persiapan choreography action scenes, kemudian pertimbangan waktu produksi yang dibutuhkan, dan safety tiap pemain. Semua proses baru ini membuat produksi menjadi lebih fun untuk semua orang," kata dia.

Sebelumnya, The Panturas juga pernah merilis video dengan konsep serupa melalui film pendek lagu "All I Want" yang melibatkan para aktor ternama seperti Prisia Nasution, Dimas Danang, dan Tio Pakusadewo.

Beranggotakan Abyan Zaki Nabilio (vokal/gitar), Rizal Taufik (gitar), Bagus Gogon (bas), dan Surya Fikri Asshidiq (drum), band ini mengawali debutnya dengan mini album (EP) "Mabuk Laut" (2018). Usai merilis album tersebut, popularitas mereka meningkat signifikan.

Album studio kedua "Ombak Banyu Asmara" (2021) berisi lagu-lagu yang menunjukkan kematangan musikalitas The Panturas. Selain "Jim Labrador", lagu-lagu yang menjadi hits termasuk "Tafsir Mistik", "All I Want", dan "Balada Semburan Naga".

Baca juga: The Panturas luncurkan serial video animasi

Baca juga: The Panturas gelar tur album di tujuh kota

Baca juga: The Panturas akan gelar showcase bertajuk "Wahana Ombak Banyu Asmara"