Mojokerto (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gerak cepat dengan memantau langsung pelaksanaan distribusi air bersih di daerah yang mengalami kekeringan di Desa Kunjorowesi, Kabupaten Mojokerto, Senin. "Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), musim kemarau 2023 di Jatim diperkirakan terjadi pada Mei - September 2023. Dengan puncak musim kemarau terjadi di akhir Juli - Agustus 2023," kata Gubernur Khofifah di Mojokerto.

Ia mengatakan sesuai data dari BPBD Jatim, krisis air melanda tiga desa di kaki Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto tersebut, yakni Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah (Kecamatan Ngoro) serta Desa Duyung (Kecamatan Trawas).

Baca juga: BPBD Mojokerto siap pasok air bersih ke daerah kekeringan
Gubernur Khofifah dengan didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memastikan bahwa proses distribusi air bersih menggunakan mobil tangki kapasitas 4.000 liter berjalan dengan baik.


Total, penduduk yang terdampak kekeringan air bersih mencapai 7.589 jiwa atau 2.409 KK. Dengan rincian warga terdampak dari Desa Kunjorowesi 4.937 jiwa atau 1.556 KK, Desa Manduro Manggung Gajah 1.861 jiwa atau 597 KK dan Desa Duyung 791 jiwa atau 256 KK
Ia memastikan BPBD Provinsi Jatim terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan. Untuk di Kecamatan Ngoro dilakukan pendistribusian air selama 45 hari mulai tanggal 12 Juni - 26 Juli 2023.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa memberikan sapaan berupa suplai air bersih. Di sini kebutuhan sehari-hari rata-rata 10 tangki kapasitas 4.000 liter, tapi tidak hanya di dusun ini, juga beberapa dusun lain. Namun, tadi saya lihat sudah banyak tandon dari BPBD di sejumlah titik di desa ini. Tentunya ini jadi bagian dari upaya kita mendekatkan distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk,” katanya.

Sementara itu Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan kedatangan Gubernur Khofifah ini sekaligus untuk bersama-sama mencari solusi bagi warga Kunjorowesi terkait kebutuhan air bersih, terutama di musim kemarau.

Baca juga: Pemkab Mojokerto pasok air bersih ke wilayah kekeringan

Baca juga: Sungai sejauh 88 kilometer dibersihkan Aliansi Air secara kolaboratif
“Terima kasih atas kedatangan Ibu Gubernur. Semoga kedatangan ibu membawa berkah bagi masyarakat di sini,” katanya.

Status tanggap darurat kekeringan dan karhutla tahun 2023, telah diterbitkan Pemkab Mojokerto terhitung tanggal 1 Juni 2023 - 31 Oktober 2023. Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Mojokerto No. 188.45/176/HK/416-012/2023 tentang Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla tahun 2023.

Sementara Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan anggaran reguler sebesar Rp199,35 juta untuk pengadaan air bersih sebanyak 443 tangki dengan pembagian Desa Kunjorowesi 179 tangki, Desa Manduro Manggung Gajah dan Duyung masing-masing 132 tangki.