Jakarta (ANTARA News) - SAS Indonesia yang bergerak dibidang peranti lunak untuk analisis bisnis, menargetkan angka penjulannya bisa meningkat 30 persen pada tahun ini.

"Tahun lalu customer kami 55, tahun ini diharapkan meningkat jadi 65 sampai 70 customer," ujar Country Manajer SAS Indonesia, Erwin Sukiato, di Jakarta, Kamis.

Target penjualan tersebut akan dicapai dengan beberapa strategi antaralain peluncuran produk terbaru. Ada dua produk yang siap dipasarkan yaitu Visual Analytics dan Sosial Media Analytics.

Menurut Erwin, Visual Analytics punya kelebihan untuk melakukan prediksi terkait masa depan perusahaan. Sedangkan Social Media Analytics, berguna membaca trend tentang sesuatu hal yang sedang dibicarakan oleh masyarakat.

"Sekarang kan sedang tren ke sana (sosial media), jadi pasti calon customer excited," ujar Erwin.

"Kami juga bekerja sama dengan banyak sosial media seperti YouTube, Twitter, Facebook, dan untuk konten lokal juga ada," paparnya.

Secara global, perusahaan asal Amerika itu memiliki pendapatan 2,87 miliar dolar tahun lalu. Penjualan di Indonesia sendiri, jumlahnya masih di bawah 10 persen dari total tersebut.

(lod)