Budaya maritim dikenalkan Unhas pada peserta ICP 22 negara
18 Juni 2023 13:32 WIB
Para peserta ICP dari 22 negara antusias mengikuti pengenalan tentang budaya maritim yang digelar Unhas, yang diselenggarakan di Makassar, Sulsel, 17-19 Juni 2023. FOTO ANTARA/HO-Humas Unhas
Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan melalui Kantor Urusan Internasional memperkenalkan budaya maritim kepada 47 peserta International Culture Program ( ICP ) 2023.
Ketua Panitia ICP Unhas , Jamaluddin Fitrah Alam di Makassar, Ahad menjelaskan, sebanyak 47 peserta dari 22 negara diperkenalkan dengan kehidupan budaya masyarakat bahari mulai dari budi daya rumput laut hingga kehidupan masyarakat pesisir.
Ia mengatakan para peserta dalam kesempatan ini mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang mangrove , budi daya rumput laut dan kehidupan masyarakat sekitar.
“Peserta kami bagi menjadi tiga kelompok dengan beberapa kegiatan antara lain memasak olahan rumput laut hingga mengamati langsung masyarakat sekitar. Peserta aktif mengikuti kegiatan tersebut, dan peserta mendapatkan banyak ilmu,” katanya .
Tahun ini, ICP yang mengangkat tema “ The 6th International Culture Program” ini diikuti peserta dari 22 negara, di antaranya Afghanistan, Azerbaijan , Chili , Mesir, Honduras , India, Madagaskar , Malaysia, Meksiko , Nigeria , Pakistan, Palestina hingga Vietnam. .
Sesuai jadwal pelaksanaan, kegiatan ICP Unhas 2023 di PPLH Puntondo akan berlangsung hingga Senin (19/6) 2023 dengan beberapa agenda yang telah disiapkan.
Kepala Kantor Urusan Internasional Andi Masyitha Irwan Ns PhD mengatakan ICP hadir sebagai media untuk mengenal budaya lain.
“Melalui ICP , para peserta akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan dengan mempelajari budaya masyarakat. Kalian akan dikenalkan secara umum tentang Unhas dan kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini ada cerita-cerita bagus yang diceritakan saat kalian kembali ke negara kalian masing-masing," katanya.
Baca juga: Rektor Unhas: Mahasiswa harus memiliki karakter kemaritiman untuk menghadapi era VUCA
Baca juga: Vokasi teknologi pakan ternak-wisata bahari disiapkan Unhas di Barru
Baca juga: LKTM Kelautan di Makassar diikuti 16 kampus
Baca juga: DKP Sulsel mengumumkan 49,6 persen potensi mangrove rusak
Ketua Panitia ICP Unhas , Jamaluddin Fitrah Alam di Makassar, Ahad menjelaskan, sebanyak 47 peserta dari 22 negara diperkenalkan dengan kehidupan budaya masyarakat bahari mulai dari budi daya rumput laut hingga kehidupan masyarakat pesisir.
Ia mengatakan para peserta dalam kesempatan ini mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang mangrove , budi daya rumput laut dan kehidupan masyarakat sekitar.
“Peserta kami bagi menjadi tiga kelompok dengan beberapa kegiatan antara lain memasak olahan rumput laut hingga mengamati langsung masyarakat sekitar. Peserta aktif mengikuti kegiatan tersebut, dan peserta mendapatkan banyak ilmu,” katanya .
Tahun ini, ICP yang mengangkat tema “ The 6th International Culture Program” ini diikuti peserta dari 22 negara, di antaranya Afghanistan, Azerbaijan , Chili , Mesir, Honduras , India, Madagaskar , Malaysia, Meksiko , Nigeria , Pakistan, Palestina hingga Vietnam. .
Sesuai jadwal pelaksanaan, kegiatan ICP Unhas 2023 di PPLH Puntondo akan berlangsung hingga Senin (19/6) 2023 dengan beberapa agenda yang telah disiapkan.
Kepala Kantor Urusan Internasional Andi Masyitha Irwan Ns PhD mengatakan ICP hadir sebagai media untuk mengenal budaya lain.
“Melalui ICP , para peserta akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan dengan mempelajari budaya masyarakat. Kalian akan dikenalkan secara umum tentang Unhas dan kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini ada cerita-cerita bagus yang diceritakan saat kalian kembali ke negara kalian masing-masing," katanya.
Baca juga: Rektor Unhas: Mahasiswa harus memiliki karakter kemaritiman untuk menghadapi era VUCA
Baca juga: Vokasi teknologi pakan ternak-wisata bahari disiapkan Unhas di Barru
Baca juga: LKTM Kelautan di Makassar diikuti 16 kampus
Baca juga: DKP Sulsel mengumumkan 49,6 persen potensi mangrove rusak
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2023
Tags: