Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar memperkenalkan program Lorong Wisata (Longwis) kepada peserta Indonesia Government Public Relations Awards (IGA) 2023 di Makassar.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muh Yasir di Makassar, Kamis, mengatakan program Lorong Wisata merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Lorong wisata itu adalah salah satu upaya pemerintah kota dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ada 5.000 lorong yang menjadi sasaran untuk program ini," ujarnya.

Andi Muh Yasir menyebutkan program Longwis ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang naik mencapai 5,40 persen dari sebelumnya 4,47 persen.

Baca juga: Wali Kota Maidi angkat potensi eduwisata lorong bawah tanah di Madiun

Baca juga: Mendagri sebut Lorong Wisata Makassar percontohan inovasi daerah


Selain itu, inflasi di Makassar juga turun, berdasarkan data BPS Kota Makassar. Pada Mei 2023, Kota Makassar secara bulanan atau month to month (mtm) Mei 2023 sebesar 0,03 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Mei 2023 sebesar 1,40 persen.

Yasir mengemukakan, pandemi COVID-19 tentu memberi kesempatan Pemkot Makassar untuk memulai ekonomi dari tingkat ekonomi mikro berbasis lorong atau usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Jika dimulai dari mikro maka kita akan sekaligus kerjanya, karena termasuk menekan gini ratio atau kesenjangan ekonomi," katanya.

Yasir menambahkan jika pembangunan tidak hanya di pusat kota, tetapi hingga ke pinggiran dan lorong-lorong, agar kemanfaatan akan pembangunan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, dipamerkan pula berbagai hasil karya kerajinan UMKM dari kota Makassar, guna memperkenalkan berbagai produk UMKM Makassar.

Dalam kesempatan yang sama Founder and CEO Humas Indonesia, Asmono Wikan, menyampaikan Indonesia GPR Awards IGA (2023) merupakan ajang kompetisi apresiasi dan berbagi pengalaman bagi praktisi kehumasan pemerintah di lingkungan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi Negeri, BUMN, anak usaha BUMD tentang praktik kehumasan.

"Sebuah kebahagiaan berada di kota Makassar sebagai kota pintar, dan kota etnis. Berada di Kota Makassar semoga menjadikan kita semakin cerdas dalam kehidupan kemanusiaan," ujarnya.

Kegiatan konferensi yang digelar menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Rektor Universitas Fajar, Dr Muliyadi Hamid, Anggota Dewan Pers, Ketua Kokisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, Atmaji Sapto Anggoro.*

Baca juga: Wali Kota Makassar klaim Lorong Wisata dongkrak pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Kemenkominfo-Pemkot Makassar libatkan komunitas literasi digital