Cirebon, Jabar (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, menggelar bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pameran lukisan hasil karya remaja disabilitas dalam rangka memperingati HUT Stasiun Cirebon Ke-111.

"Pada peringatan HUT Stasiun Cirebon tahun ini, kami menghadirkan bazar UMKM, pameran, dan juga napak tilas," kata Vice President KAI Daop 3 Cirebon Dicky Eka Priandana di Cirebon, Jabar, Minggu.

Menurutnya, kegiatan bazar UMKM ini merupakan kolaborasi antara KAI dengan para pelaku ekonomi kreatif di Kota Cirebon yang bergerak di bidang makanan.

Dicky mengatakan terdapat beberapa produk yang dijajakan pada bazar tersebut di antaranya seafood dan aneka cemilan, aneka pepes, phia crispy, egg roll bolu kukus, dan tahu bakso.

"Pameran ini merupakan salah satu bentuk kepedulian KAI pada pelaku UMKM," tuturnya.

KAI menampilkan pameran lukisan karya remaja berkebutuhan khusus bernama M Rafi Athallah Irmawan di Stasiun Cirebon.

Selain bazar UMKM, dalam rangka memeriahkan hari jadi Stasiun Cirebon Ke-111, KAI Daop 3 Cirebon berkolaborasi bersama komunitas kereta dan Cirebon History dengan melakukan tapak tilas dan preservasi timbangan eks peninggalan Belanda.

Menurutnya, preservasi timbangan dan gembok eks peninggalan Belanda yang dibuat oleh Salter Inggris mampu menopang berat hingga 500 kilogram. Uusia timbangan ini diperkirakan sama dengan usia Stasiun Cirebon yang menginjak ke-111 tahun.
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Dicky Eka Priandana (kanan) melihat kondisi timbangan peninggalan Belanda di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (4/6/2023). ANTARA/Khaerul Izan


Timbangan tersebut digunakan sebagai alat untuk menimbang berbagai jenis hasil bumi dan barang bawaan penumpang yang akan diangkut dengan kereta api.

Dengan berfokus pada angkutan hasil bumi menggunakan kereta api pada masa penjajahan Belanda, membuat timbangan ini menjadi salah satu alat penting milik stasiun pada masanya.

"Suatu kebanggaan bagi PT KAI Daop 3 Cirebon karena timbangan dan gembok eks peninggalan Belanda tersebut dipercantik oleh IRPS sebagai bentuk kolaboratif dengan PT KAI untuk menjadi bagian heritage perkeretaapian, dalam hal ini sejarah kereta api semakin dihargai, dicintai, dijaga dan dapat memberikan manfaat serta pengetahuan bagi masyarakat luas," katanya.

Baca juga: KAI Cirebon sebut penumpang pada libur panjang naik 21 persen
Baca juga: KAI Cirebon salurkan bantuan pembangunan sarana-prasarana pendidikan
Baca juga: KAI Daop Cirebon minta warga hati-hati laju KA bisa capai 120 km/jam