Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar se-Indonesia menyatakan sikap siap memenangkan Pemilu 2024.

"Siap untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta soliditas bersama DPP, DPD Kabupaten/Kota, dan seluruh jajaran partai Golkar hingga tingkat desa/kelurahan, dalam melakukan gerakan dan kerja--kerja pemenangan seluruh agenda Pemilu 2024,"" kata Ketua Ketua DPD Golkar Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Pernyataan sikap itu dibacakan bersama para ketua DPD Golkar se-Indonesia pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Minggu. Dokumen pernyataan sikap itu lalu diserahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Mereka juga menegaskan dukungan penuh dan mandat kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk melakukan langkah-langkah strategis dan mencari momentum yang tepat guna menetapkan pasangan capres dan cawapres Partai Golkar.

Selain itu, mereka meminta kepada DPP Partai Golkar untuk terus memperjuangkan agar Pemilu 2024 diselenggarakan berdasarkan peraturan dan sistem yang telah berlalu seperti selama ini, sebagaimana yang diatur dalam UU No.7 Tahun 2017 termasuk sistem Pemilu proposional terbuka.

Baca juga: Waketum PAN sebut internal partainya respons baik Airlangga-Zulhas

Baca juga: Golkar, PAN, PKB, dan Perindo jadi prioritas PDIP untuk kerja sama


Sahbirin menjelaskan Golkar sebagai salah satu partai politik, yang sudah mengikuti 11 kali Pemilu di Indonesia, juga melakukan konsolidasi yang sangat serius sejak di awal periode.

Dia mengklaim Partai Golkar menjadi satu-satunya Parpol yang memiliki bakal calon legislatif yang cukup lengkap di semua daerah pemilihan pada semua tingkatan.

Dia menjelaskan sebanyak 580 nama dari 84 dapil DPR RI, 2.372 nama dari 301 dapil DPRD provinsi, dan 17.510 nama dari 2.325 dapil DPRD kabupaten/kota yang totalnya berjumlah 20.462 nama yang telah disiapkan. Bahkan sebelumnya sebanyak 40.924 nama yang telah terjaring untuk mengikuti proses seleksi.

"Partai Golkar adalah partai politik pertama yang mempunyai calon presiden dan membentuk koalisi antar-partai politik," katanya menegaskan.

Hal Itu kata dia, menunjukkan bahwa Partai Golkar sebagai partai politik tertua dan terbesar sudah melakukan persiapan yang cukup matang. Namun, kembali ke tujuan utama bahwa persiapan yang dilakukan itu adalah semata untuk dapat memenangi Pemilu 2024.