Jambi (ANTARA News) - Bencana banjir mengepung Kota Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, sejak dua hari belakangan akibatnya tingginya intensitas hujan dan meluapnya air Sungai Batang Tembesi.

Pantauan ANTARA di lapangan, Rabu, banjir mulai menggenangi sejumlah desa dan kelurahan, di antaranya, di Desa Pulau Pinang banjir menggenangi tiga RT dan merendam sekitar 100 rumah.

Selain itu, rumah warga di Desa Muara Indung terendam banjir dengan ketinggian mencapai nyaris sepinggang orang dewasa dan menyebabkan aktifitas warga praktis terhenti total.

Sementara itu, sedikitnya 50 rumah terendam banjir yang terjadi di Desa Lidung Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun.

Data yang berhasil dirangkum, bencana banjir terjadi akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Sarolangun yangf menyebabkan naiknya debit air di Sungai Batang Tembesi.

Akibatnya, air mulai meninggi pada Selasa malam (5/2) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ketinggian air yang mencapai sebetis orang dewasa membuat ratusan warga Desa Lidung terpaksa mengungsi serta menyelamatkan harta benda mereka.

"Saat ini, warga masih menyelamatkan harta dan mengungsikan para lansia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman," ujar Fadhil, salah seorang warga Desa Lindung.

Di Desa Lidung terdapat enam RT yang nyaris semuanya telah terkena banjir. Beruntung dalam bencana ini, tidak ada korban jiwa meskipun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Kami juga sudah mendapatkan bantuan dari Pemkab Sarolangun yang mengungjungi kami sejak malam kemarin," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi perumahan warga meskipun perlahan-lahan sudah mulai surut.
(KR-NF/E003)