Jakarta (ANTARA) - Kia Corp., perusahaan otomotif terbesar kedua di Korea Selatan, mengumumkan bahwa mereka bertujuan untuk menjual 93.000 kendaraan listrik (EV) di Eropa pada tahun 2023 dengan meluncurkan SUV flagship EV9 pada akhir tahun ini.

Angka target penjualan kendaraan listrik tersebut mencakup 16 persen dari target penjualan Kia sebanyak 578.000 kendaraan di Eropa tahun ini, demikian pernyataan perusahaan tersebut, seperti
disiarkan Yonhap, Rabu (30/5).

Model mobil listrik murni Kia yang tersedia di Eropa adalah Niro EV, Soul EV, dan EV6. Tahun lalu, penjualan kendaraan listrik mencapai 13 persen, atau sebanyak 71.602 unit, dari total penjualan Kia sebanyak 542.423 unit di Eropa.

Baca juga: KIA serahkan unit pertama mobil listrik EV6 ke konsumen

EV9 dengan tiga baris kursi merupakan model kedua Kia yang dilengkapi dengan platform kendaraan listrik khusus Hyundai Motor Group yang disebut E-GMP, setelah SUV EV6 diluncurkan pada tahun 2021.

Mobil itu dilengkapi dengan baterai 99,8 kWh dan diperkirakan dapat menempuh jarak lebih dari 500 km dengan sekali pengisian daya.

Kia berencana untuk secara bertahap meluncurkan EV9 di Eropa, Amerika Serikat, dan pasar lainnya pada paruh kedua tahun ini. Bulan lalu, Kia memperkenalkan EV9 di Korea sebelum diluncurkan pada kuartal kedua.

Pada tahun 2030, Kia bertujuan untuk menjual 515.000 kendaraan listrik di Eropa dan meningkatkan rasio penjualan kendaraan listrik dalam total penjualan kendaraannya menjadi 74 persen.

Baca juga: Peringatan 50 tahun bilateral, Indonesia-Korea buat mobil listrik motif batik

Baca juga: Gaikindo yakin PKB 0 persen dapat membentuk ekosistem EV di Indonesia

Baca juga: Produsen perlu perbaiki jarak tempuh bila ingin wujudkan EV massal