New York (ANTARA) - NEW YORK CITY, 7 Mei (Xinhua) -- Di Amerika Serikat (AS), berbuat salah di hadapan publik, yang merupakan hal manusiawi, kini makin dapat membuat seseorang tidak aman atau bahkan dapat kehilangan nyawa, kata sebuah artikel opini The New York Times (NYT) yang diterbitkan pada Kamis (4/5).

Di Kansas City, Missouri, Ralph Yarl (16), seorang remaja kulit hitam, ditembak dua kali usai membunyikan bel pintu yang salah.

Di bagian upstate New York City, seorang perempuan bernama Kaylin Gillis (20) ditembak dan dibunuh oleh pemilik rumah setelah mengemudi ke jalan masuk mobil rumahnya (driveway).

Di Illinois, William Martys dibunuh oleh tetangganya ketika dia menggunakan alat peniup daun (leaf blower) di halaman rumahnya.

Dua pemandu sorak ditembak di tempat parkir Texas setelah salah satu dari mereka masuk ke mobil yang salah.

Dan pada Senin (1/5), Jordan Neely, seorang peniru (impersonator) Michael Jackson yang menjadi tunawisma, dicekik hingga tewas oleh seorang pria kulit putih karena berteriak di dalam kereta bawah tanah.

"Semua orang tak berdosa yang kehilangan nyawa ini berada di tempat dan waktu yang salah," kata artikel opini tersebut.

"Dalam kebanyakan kasus, para penyerang bersenjata (seakan) mengangkat diri sendiri untuk membela diri atau menegakkan keadilan atas tindak kejahatan kecil. Beberapa mengaku membela diri, mengatakan bahwa mereka takut, meski beberapa korban mereka adalah wanita dan anak-anak yang tidak bersenjata."

AS "mengalami kebuntuan," sebut artikel itu. "Daftar hal-hal yang dapat membuat Anda terbunuh di tempat umum terus bertambah setiap harinya. Entah itu penembakan massal atau kebrutalan polisi atau tindakan kekerasan secara acak, Anda hanya perlu bertemu dengan seorang pria yang ketakutan untuk mengalami hari terburuk dan bahkan mungkin hari terakhir dalam hidup Anda."