Sydney (ANTARA) - Sebuah pameran foto bertema alam tengah berlangsung di Museum Maritim Nasional Australia. Pameran itu berfokus pada keindahan sekaligus rentannya kehidupan alam sehingga perlu disuarakan upaya bersama melindungi satwa liar.

Pameran bertajuk Wildlife Photographer of the Year itu mengumpulkan lebih dari 100 foto pemenang penghargaan yang diabadikan oleh para fotografer profesional dan amatir dari seluruh dunia, dengan kategori-kategori dalam pameran itu mencakup "Potret Hewan", "Amfibi dan Reptilia", "Burung", "Invertebrata", "Foto Jurnalistik", dan lain-lain.

Pada seksi "Foto Jurnalistik", sebuah foto "Sangat Dipuji" jepretan fotografer Australia Douglas Gimesy memiliki kesan spesial bagi warga lokal.

Foto berjudul "Wombat Lockdown" itu menampilkan spesies yang tidak asing bagi banyak warga Australia dan menggugah ingatan bersama mereka atas apa yang mereka alami, yakni kebakaran hutan yang dijuluki Black Summer pada 2019-2020 dan pandemi COVID-19 setelahnya.
Seorang pengunjung memperhatikan foto yang menggambarkan "pertarungan" antara laba-laba kecil dengan seekor anak ayam dalam pameran foto bertema alam di Sydney, Australia. Pameran bertajuk Wildlife Photographer of the Year itu digelar mulai 1 April hingga 31 Oktober mendatang. (Xinhua)


Foto itu memperlihatkan suasana hangat dua ekor bayi bare-nosed wombat yang sedang tertidur di dalam kantong buatan dengan seorang penyelamat bekerja di samping mereka. Namun, sang fotografer menceritakan kisah di balik layar yang rumit

Kendati berhasil selamat dari musim kebakaran hutan tersebut, kedua wombat muda itu menjadi yatim piatu masing-masing pada umur 6 dan 7 bulan, saat induk mereka mati tertabrak kendaraan di jalan raya.

Penyelamat tersebut harus memberi makan dua wombat yatim piatu itu di apartemennya di Melbourne selama karantina wilayah (lockdown) COVID-19, alih-alih di panti asuhan untuk wombat miliknya yang mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan.

Dalam sebuah wawancara pada Minggu (30/4), Gimesy mengatakan kepada Xinhua bahwa dirinya ingin menunjukkan foto satwa liar yang tidak hanya menyoroti apa yang telah mereka alami, tetapi juga kisah di balik layar yang membantu meningkatkan kesadaran tentang kondisi yang telah dialami oleh sejumlah orang.

Digelar mulai 1 April, pameran foto itu akan berlangsung di Sydney hingga 31 Oktober mendatang.