Jakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi dan kelas menengah Indonesia yang masih cukup tinggi menggiurkan para pemain bisnis otomotif, tak terkecuali pemain otomotif dunia, Toyota, yang selama ini menguasai pasar mobil nasional di atas 36 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Sampai November tahun ini saja penjualan Toyota di Indonesia telah mencapai 370.000 unit atau 36,2 persen dari penjualan mobil secara nasional sebanyak 1,03 juta unit.

Melihat ini, PT Toyota Astra Motor (TAM) yang menjadi agen tunggal pemegang merek (ATPM) optimistis penjualan mobil Toyota bakal menembus angka 400.000 unit karena rata-rata penjualan per bulan di atas 30.000.

"Kendati demikian pencapaian Toyota Indonesia tahun ini masih di bawah Thailand," ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan yang berharap TAM masuk empat besar penjualan Toyota di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang, dan China.

Meski tidak masuk peringkat keempat, Toyota di Indonesia mulai diperhatikan prinsipal atau pemegang merek Toyota Motor Corp (TMC).

Hal itu, setidaknya menurut Johnny, berbagai permintaan TAM kepada TMC untuk melengkapi jajaran produk yang akan dipasarkan di Indonesia mulai dipenuhi.

Salah satunya, TMC memutuskan memproduksi dan memasarkan kendaraan keluarga kelas atas Toyota Noah di Indonesia.

"Kami akan meluncurkan dan memproduksi model baru di Indonesia pada Desember," ujar Presdir TMC Akio Toyoda pada kunjungannya dengan sejumlah pimpinan anak perusahaan Toyota ke Jakarta November lalu.

Toyoda sendiri menilai Indonesia pasar dan basis produksi mobil yang penting bagi kelompok usaha yang dipimpinnya.

Selain Toyota, TMC juga memiliki perakitan mobil kompak Daihatsu dan kendaraan niaga, Hino.

MPV High

Janji Toyoda itu dipenuhi. Pada 11 Desember lalu, TAM meluncurkan kendaraan keluarga kelas atas NAV-1 yang akan masuk pasar kendaraan serbaguna (MPV) "high".

Selama bertahun-tahun segmen pasar MPV "high" didominasi Nissan Serena. Sebelum NAV-1 muncul, Mazda melalui Biante juga baru masuk segmen tersebut tahun ini.

GM Perencana Perusahaan dan Hubungan Masyarakat TAM Widyawati Soedigdo mengatakan sebelum NAV-1 masuk, pasar segmen MPV "high" hanya 200-300-an per bulan.

Ia mencontohkan, pada 2008 penjualan MPV High secara nasional hanya 2.969 unit dan menjadi 3.064 unit pada 2011, namun pada Januari-November tahun ini penjualan MPV High telah mencapai 4.198 unit.

"NAV-1 akan menciptakan tambahan pasar pada segmen tersebut tanpa merebut pasar yang sudah ada," ujar Widyawati pada uji mengendarai Toyota NAV-1 di Cirebon, Jawa Barat, pekan lalu.

Menurut dia, pasar segmen MPV kelas atas itu memang tidak besar, namun permintaannya bisa ditingkatkan dengan model-model baru. "Selama ini pilihan di segmen tersebut tidak banyak," kata Widyawati.

Ia optimistis NAV-1 merebut hati konsumen bidikannya, yaitu kelas menengah berusia di atas 35 tahun yang sudah mapan secara karier dan senang berpergian dengan keluarga.

"Selama ini pelanggan Toyota yang ingin memiliki mobil keluarga dengan gengsi dan kenyamanan di atas Kijang Innova tidak terpenuhi. Dengan kehadiran NAV-1, Toyota memenuhi jajaran MPV-nya di pasar Indonesia," ujar Widyawati.

Pada segmen MPV, Toyota telah memiliki model kelas bawah melalui Avanza, medium dengan Innova, dan atas dengan NAV-1, sedangkan pada segmen mewah ada Alphard.

Andalan

Sama dengan karakteristik pasar mobil di Indonesia, kontribusi penjualan terbesar Toyota di Indonesia ada pada segmen MPV.

Pada Januari-November 2012 penjualan jajaran MPV Toyota telah menembus angka 244 ribu atau 53,6 persen dari total penjualan MPV nasional yang mencapai 456 ribu unit.

Avanza masih penyumbang tertinggi dengan penjualan 175.049 unit, menyusul Kijang Innova 67.009 unit dan Alphard sebanyak 2.345 unit.

"Penjualan MPV masih menjadi primadona pasar mobil di Indonesia," kata Widyawati.

Dia yakin kondisi itu masih akan bertahan sampai beberapa tahun mendatang, meskipun kendaraan kompak kecil (city car) mulai digemari.

Untuk itulah, TAM memasarkan NAV-1 yang adalah singkatan dari Navigator-1, menyasar segmen MPV kelas atas.

Dengan desains eksterior dan interior yang disesuaikan dengan selera pasar Indonesia, NAV-1 diyakini mampu merebut penjualan setidaknya 400 sampai 500 unit per bulan.

"Sejak peluncurannya, NAV-1 sudah mulai dikirim ke pelanggan," ujar Wiwid.

Mobil seharga Rp378 juta sampai Rp398 juta per unit produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) itu menyasar konsumen di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makasar.

(R016/A023)