Bogor, Jabar (ANTARA) - Agenda tahunan Pesantren Kilat Ramadhan yang kembali digagas Komunitas Wartawan Jabodetabek secara kolaboratif dengan unsur pondok pesantren dan mitra lainnya pada 1444 Hijriah/2023 Masehi mengusung bahasan tentang ketahanan pangan dan upaya mencegah stunting.

Ketua Panitia Pelaksana Pesantren Kilat Ramadhan 1444 Hijriah, Dr Lalu Solihin disela-sela kegiatan itu di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu menjelaskan, tema yang diusung kali ini adalah "Peran Strategis Lembaga Pendidikan dan Pesantren Dalam Menunjang Program Ketahanan Pangan dan Pencegahan Stunting".

Ia menjelaskan bahwa kegiatan rutin tahunan yang kini menginjak pelaksanaan tahun ke-12 itu pesertanya merupakan kalangan mahasiswa, santri dan pelajar SMK dan SLTA dari wilayah Jabodetabek.

Pesantren Kilat Ramadhan 2023 ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, yakni Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor, Indofood, Dr Chiken, PT Inti Pangan Berkah.

Kemudian, Lezza (Unirama), Cibinong Center Industrial Estate (CCIE), PT Indocement Tunggal Prakarsa, Alfamart, Koperasi Karyawan Indocement (KKI), Sekretaris Perusahaan Perum LKBN ANTARA, Yayasan At-Tawassuth, Pesantren Al-Fatah, dan Serikat Pekerja Perum LKBN ANTARA.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (BPN), Nita Yulianis, SP, M.Si (tiga dari kiri) usai pemaparan pada Pesantren kilat Ramadhan di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/4/2023). (FOTO ANTARA/M Fikri Setiawan)


Solihin menyebutkan, pesantren kilat Ramadhan kali ini mengangkat pembahasan mengenai ketahanan pangan dan stunting karena kedua topik yang saling berkaitan tersebut saat ini sedang menjadi tantangan global.

"Tentunya kali ini dengan tema yang berbeda, dengan kondisi dan permasalahan yang kami anggap urgent, yaitu isu kerawanan pangan dan stunting," kata doktor lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) Uiversity itu.

Menurutnya, kondisi saat ini masih banyak anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga terjadi stunting.


Baca juga: Peserta pesantren kilat dapat edukasi keuangan syariah

Baca juga: Pesantren Kilat Ramadhan kedelapan digelar Serikat Pekerja ANTARA



Asupan gizi yang baik, kata dia, didapatkan dari makanan yang tepat sesuai yang tersedia di daerah masing-masing.

"Gizi yang baik adalah pondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama bagi mereka yang tumbuh dan berkembang di lingkungan rentan," katanya.

Ia mengatakan, sejumlah pembicara dari unsur pemerintahan dihadirkan untuk menyampaikan materi kepada para peserta Pesantren Kilat Ramadhan 1444 Hijriah.

Para pemateri yang hadir yaitu, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (BPN), Nita Yulianis, SP, M.Si menyampaikan materi mengenai membangun ketahanan pangan di lingkungan pesantren.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Resmana menyampaikan strategi pemerintah daerah dalam kerawanan pangan dan mengatasi stunting.

Kemudian, Ketua DPRD Kota Bogor, Dr Atang Trisnanto, M.Si terjadwal memberikan materi politik anggaran dalam mencapai ketahanan pangan dan pencegahan stunting.

Selanjutnya, pakar pendidikan IPB sekaligus pendiri SMK Wikrama Grup, Itasia Dina Sulvianti menyampaikan materi mengenai demplot tanaman sorgum di lingkup SMK Wikrama Kabupaten Garut dalam menunjang program pangan nasional.

Terakhir, yaitu perwakilan dari PT Indocement, H Zainuddin menyampaikan materi mengenai penguatan ekonomi rumah tangga yang jadi program perusahaan itu dalam mencegah stunting.

Baca juga: SEAMEO-BIOTROP dukung Sanlat Ramadhan kewirausahaan

Baca juga: SEAMEO BIOTROP kembali dukung pesantren kilat Ramadhan

Baca juga: Pesantren Kilat Ramadhan kedelapan digelar Serikat Pekerja ANTARA

Baca juga: Peserta Sanlat Ramadhan diajak melihat pusat riset SEAMEO BIOTROP