Solo (ANTARA) - Ketua DPC PDIP Kota Surakarta yang juga mantan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengelak sudah menyebut nama Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang diusung oleh PDIP.


"Kapan aku ngomong seperti itu, saya tidak merasa diwawancarai. Ketemu (wartawan yang memberitakan, red.) wae ora (saja tidak) kok," katanya saat ditemui wartawan di kediamannya di Solo, Selasa (11/4).

Ia mengatakan terkait dengan calon presiden merupakan keputusan ketua umum PDIP.
"Yang jelas saya belum pernah diwawancarai wartawan (terkait Ganjar diusung PDIP, red.). Saya tidak ditanya Ganjar capres atau tidak, saya bilang tanya saja pak sekjen atau Bu Mega. Saya kader di bawah mengikuti instruksi ketua umum," katanya.

Baca juga: Pengamat sebut hubungan Jokowi dan Ganjar Pranowo masih baik
Ia mengatakan tidak berani mendahului instruksi dari ketua umum partai.

"Tanya Bu Mega, Bu Mega kan (mengatakan, red.) capresnya kader lha kadernya siapa, kadernya banyak termasuk saya," katanya.

Sebagai kader, ia mengaku hanya menunggu instruksi ketua umum.

"Yang punya As-nya beliau, tinggal saya nunggu saja ketua umum merekomendasikan si A, ya hukumnya wajib dimenangkan dan dijalankan," katanya.


Saat disinggung mengenai kedekatan Presiden Jokowi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama kunjungan kerja Presiden ke Solo Raya dalam beberapa hari terakhir, dikatakannya, merupakan hal yang wajar.
"Hal-hal seperti itu wajar, kalau gubernur kepanjangan tangan Presiden, pemerintah pusat. Kalau dekat ya wajar dalam koridor pekerjaan. Saya juga sebelumnya dekat dengan beliau, pemimpin itu ngayemi (menenangkan), ngayomi (melindungi), ngayani (mencukupi)," katanya.

Baca juga: Dosen politik UI sebut koalisi besar pencapresan bisa terwujud
Baca juga: Pengamat: Jokowi jadi variabel kunci wacana koalisi besar Pilpres 2024