Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak anak muda di Pulau Dewata melestarikan budaya, salah satunya melalui pembuatan karya Ogoh-Ogoh yang diberikan penilaian dan hadiah mulai dari Rp25 juta-Rp50 juta dalam rangka Hari Suci Nyepi.

Di Denpasar, Jumat, Gubernur Bali itu menyampaikan ajakannya untuk melestarikan budaya lantaran seni budaya, adat, tradisi, dan kearifan lokal, yang membuat Bali dapat berdiri tegak dan eksis di mata dunia.

"Jadi adik-adik yowana (pemuda) sekalian, pariwisata Bali itu lahir bukan karena desain pariwisata, rancang bangun dari pariwisata, tetapi muncul karena ketertarikan masyarakat dunia terhadap keunikan budaya Bali, yang dari dulu dijadikan hulu oleh masyarakat Bali,” tutur Gubernur Koster.

Menurutnya, yang disebut budaya juga di dalamnya termasuk produk seni seperti karya Ogoh-Ogoh, sehingga jika tidak dirawat maka Bali tidak lagi memiliki keunikan dan keunggulan apapun, lalu berujung kehilangan kekayaan identitas.

"Setiap tahun perayaan Hari Suci Nyepi, saya mengikuti perkembangan Ogoh-Ogoh, ini sangat luar biasa kreasi dan inovasinya. Lebih membanggakan lagi, pegiat dan penekunnya didominasi oleh anak-anak muda, dengan adanya ketekunan dari kalangan pemuda, buat saya adalah peralihan generasi untuk menjaga budaya Bali yang berlangsung secara alamiah," kata Gubernur Koster.

Baca juga: Gubernur Bali imbau masyarakat rawat dan lestarikan warisan budaya

Ia menegaskan karya anak muda itu harus dihargai, apalagi ketika yang ditekuni tidak hanya seni Ogoh-Ogoh, melainkan juga karya seni dan budaya lainnya.

"Adik-adik boleh cek di luar Bali adakah anak mudanya yang mau bergerak secara alamiah, bergotong royong penuh semangat, di mana ada begitu? Hanya ada di Bali, jadi bersyukur dengan bahagia generasi muda Bali memiliki peran," ujarnya.

Untuk mengapresiasi upaya anak muda melestarikan budaya melalui Ogoh-Ogoh, sejak 2019 Pemprov Bali mengadakan lomba hingga akhirnya kini kualitas karya yang ada semakin maju dan baik.

Pada tahun ini Pemprov Bali kembali memberi wadah berkesenian dan telah ditentukan pemenangnya masing-masing tiga kelompok pemuda atau banjar di setiap
kabupaten/kota.

Satu persatu pemenang diberikan hadiah uang dan piagam mulai dari Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Kota Denpasar, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan terakhir Tabanan.

Baca juga: Menparekraf dukung 100 persen pariwisata berbasis budaya Bali