Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban topan Pablo berkecepatan 150-180 kilometer per jam yang melanda Davao Oriental, sekitar 90 kilometer Kota Davao, Filipina.

Hingga hari keempat musibah tersebut, tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban, demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Direktur Informasi dan Media Kemlu PLE Priatna mengatakan, sejumlah langkah tanggap telah dilakukan Konsulat Jenderal RI di Davao dengan memberikan bantuan di wilayah Davao Oriental.

"Hari ini (8/12), pemerintah Indonesia yang diwakili Konjen RI, Eko Hartono, baru saja menyerahkan bantuan berupa bahan makanan sekitar 1 ton atau setara dengan 3.000 dolar AS," kata Priatna dalam keterangan itu.

Priatna mengatakan atas nama pemerintah Indonesia, Eko telah menyampaikan duka cita dan simpati atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut.

Menurut data paling akhir yang disiarkan Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Filipina, Jumat, sebanyak 418 orang meninggal akibat bencana yang terjadi pada pukul 04.00 waktu setempat, Rabu.

Direktur Pelaksana NDRRMC Benito Ramos, Jumat, mengatakan dari korban jiwa yang dilaporkan, hanya 73 mayat yang sudah diidentifikasi, sementara kebanyakan korban yang tak teridentifikasi berasal dari Provinsi Compostela Valley di bagian selatan negeri itu.

"Ada 383 orang belum ditemukan, sementara hampir 65.000 keluarga atau sebanyak 310.000 orang masih diurus di dalam dan luar berbagai pusat pengungsian," katanya seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, Jumat.

Sementara itu dilaporkan kantor berita resmi Filipina PNA bahwa Presiden Filipina Benigno S. Aquino III telah memerintahkan Komandan Komando Mindanao Timur (Eastmincom) Letnan Jenderal George Segovia untuk memimpin satuan tugas pada operasi pencarian dan pengambilan 383 orang hilang akibat topan Pablo.

"Lakukan perencanaan, beri saya laporan periodik. Saya benar-benar ingin melihat gerakan operasi pencarian untuk meringankan kecemasan para keluarga korban," kata Aquino kepada Segovia dalam pemberian penjelasan dengan para pejabat pemerintah dan lokal di Kota Davao, Jumat.

Aquino mengatakan enam dari 14 helikopter milik pemerintah akan ditempatkan di Wilayah Davao khusus untuk pencarian dan pengambilan orang-orang yang hilang.

Total kerugian akibat topan yang disebut Topan Bhopa oleh warga setempat itu telah mencapai lebih dari empat miliar peso (sebanyak 97 juta dolar AS).

Sebanyak 631 juta peso kerugian dialami prasarana, 3,4 juta miliar peso di sektor pertanian, dan 5,4 juta peso berupa harta pribadi.

(P012/N002)