Jakarta (ANTARA) - Toyota Motor Corp pada Kamis (30/3) mengumumkan bahwa penjualan global Februari naik 10,3 persen dari tahun lalu menjadi 773.271 unit, mencapai rekor tertinggi untuk bulan tersebut, karena penjualan domestik pulih berkat penyediaan chip yang semakin membaik.

Penjualan di Jepang, termasuk kendaraan mini, melonjak 53,2 persen menjadi 155.840 mobil, menyusul penurunan tahun sebelumnya akibat kurangnya suku cadang dan dampak pembatasan terkait pandemi.

Output domestik Toyota juga tumbuh 11,2 persen menjadi 281.521 unit, membantu meningkatkan produksi globalnya yang meningkat 2 persen menjadi 755.839 unit selama dua bulan berturut-turut.

Penjualan luar negeri naik 3 persen menjadi 617.431 unit, juga mencapai rekor tertinggi untuk bulan tersebut. Penjualan di China meningkat 0,9 persen, didorong oleh pengenalan model-model baru.

Baca juga: Toyota bukukan penjualan 56 ribu unit di dua bulan pertama 2023

Toyota melihat produksi luar negerinya turun 2,7 persen menjadi 474.318 kendaraan, karena produksi di China turun 14,1 persen akibat pandemi virus corona, kata produsen mobil Jepang tersebut.

Meskipun mencatat rekor penjualan, Toyota masih berjuang dengan keterlambatan pengiriman mobil karena pembatasan produksi yang panjang akibat kurangnya pasokan chip.

Menurut perusahaan, keterlambatan pengiriman terutama lama di Jepang, di mana model-model dengan fungsi canggih yang bergantung pada sejumlah chip diproduksi.

Pada bulan Februari, produsen mobil tersebut menurunkan target produksi global untuk tahun bisnis yang berakhir pada Maret menjadi 9,1 juta unit dari proyeksi sebelumnya sebesar 9,2 juta unit, mengutip efek dari kurangnya pasokan chip.

Baca juga: Toyota akan tambah kendaraan elektrifikasi di Indonesia tahun ini

Target yang direvisi masih merupakan rekor tertinggi, dengan produsen mobil tersebut berencana memproduksi 900.000 kendaraan pada bulan ini.

Total produksi global untuk Februari di delapan produsen mobil utama Jepang, termasuk Toyota, naik 2,8 persen menjadi 2,07 juta unit, menurut data yang mereka rilis pada Kamis, karena pembatasan dari kurangnya pasokan chip semakin membaik.

Lima dari delapan perusahaan melihat produksi mereka meningkat. Nissan Motor Co. mencatat peningkatan sebesar 9,2 persen menjadi 300.734 mobil, sementara produksi di Subaru Corp. dan Mazda Motor Corp. masing-masing melonjak lebih dari 20 persen.

Penjualan global kedelapan produsen tersebut naik 3 persen menjadi 1,89 juta kendaraan. Demikian disiarkan Kyodo, Kamis (30/3).

Baca juga: Toyota akhiri sejarah 43 tahun Camry di Jepang