Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 15 unit bangunan meliputi rumah warga, masjid dan mushala di Kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan rusak akibat diterpa angin puting beliung, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

“Kondisi terakhir masih dilakukan penanganan,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA di Banda Aceh, Kamis.

Ia menjelaskan peristiwa angin puting beliung menerjang Aceh Tenggara pada Rabu (22/3) siang. Akibatnya ada sembilan desa dalam tiga kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Lawe Sigala Gala, Kecamatan Bukit Tusam, dan Kecamatan Tanoh Alas.

“Kejadian ini dipicu cuaca ekstrem menimbulkan angin puting beliung yang menghempas atap rumah warga di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.

Baca juga: BMKG: Waspada potensi angin kencang pada peralihan musim di timur Aceh

Baca juga: Angin kencang rusak stand Expo di Nagan Raya Aceh


BPBD Aceh Tenggara mencatat sebanyak 15 unit bangunan rusak di antaranya 13 unit rumah penduduk, satu unit mushala dan satu unit masjid yang rusak. Dengan rincian sembilan unit rusak berat dan enam unit rusak ringan.

Ilyas menambahkan, di Kecamatan Lawe Sigala-Gala terdapat enam unit rumah warga rusak berat dan tiga unit rusak ringan serta satu unit mushala Al Muhajir yang rusak berat.

Kemudian, di Kecamatan Bukit Tusam terdapat dua unit rumah rusak berat dan di Kecamatan Tanoh Alas terdapat dua rumah penduduk serta satu unit masjid yang mengalami rusak ringan.

“Korban terdampak sebanyak 55 jiwa dalam 13 kepala keluarga dan harus mengungsi ke rumah saudara terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Ilyas.

BPBD Kabupaten Aceh Tenggara juga telah mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi dan melakukan kaji cepat.*

Baca juga: BMKG ingatkan potensi angin kencang di perairan Selat Malaka

Baca juga: BPBD siagakan personel tangani bencana akibat cuaca ekstrem di Sabang