Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 100 ribu bantuan bibit kelapa sawit yang telah berkecambah kepada Honduras diberikan untuk mengantisipasi krisis pangan yang berpotensi melanda dunia.



Bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia melalui Council of Palm Oil Producing Country (CPOPC) untuk membantu ratusan petani kecil Honduras yang terkena dampak badai pada tahun 2020 lalu.



”Inisiatif donasi ini sangat tepat untuk menunjukkan komitmen kami dalam kolaborasi dan solidaritas di antara negara-negara penghasil minyak sawit,” kata Airlangga Hartarto dalam The Shipment Ceremony of Germinated Seed (GS) Delivery to Honduras, dikutip dari keterangan resmi, Senin.



Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang dapat menghasilkan edible oil dan berpotensi menjadi solusi penting krisis pangan.



Airlangga juga menyambut Honduras sebagai anggota baru CPOPC serta menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak terkait yang telah memastikan ketersediaan benih, kelengkapan administrasi, dan logistik tepat waktu untuk kelancaran pengiriman benih berkecambah tersebut.



Ia pun menegaskan kembali pentingnya penguatan aliansi di antara negara-negara penghasil minyak sawit dan agar CPOPC dapat mengambil peran yang lebih besar di masa mendatang.



"Upaya benih berkecambah ini harus dilihat sebagai satu langkah untuk perjalanan seribu mil mendatang,” pungkas Airlangga.



Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Menteri Pertanian Honduras, Secretary General of MPC, Ambassador of Indonesia to Panama, serta Advisor from Embassy of Malaysia in Jakarta.