Jakarta (ANTARA) - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI mengajak warga untuk membuat sumur resapan di permukiman masing-masing untuk mengurangi genangan sekaligus memulihkan cadangan air tanah.

“Sumur resapan itu harus digalakkan terutama di masyarakat, di rumah-rumah,” kata Kepala Dinas SDA DKI Yusmada Faizal di Jakarta, Kamis.

Dengan adanya sumur resapan di setiap rumah, aliran air hujan tidak langsung menuju saluran namun masuk ke sumur resapan.

Menurut dia, saluran air mampu menahan air sehingga dapat menjadi sumber air tanah baru.

Selama ini, sumur resapan di Jakarta, kata dia, memiliki kedalaman bervariasi dari satu hingga tiga meter.

Ada juga kedalaman sumur resapan dengan pipa hingga 20 meter atau hingga lapisan pasir.

Sementara itu, terkait kritik sumur resapan banyak yang rusak, menurut Yusmada, mayoritas hanya kerusakan kecil yang sudah diperbaiki.

“Namanya juga di jalan kan, ada yang grepes-grepes itu kita perbaiki,” katanya.

Program sumur resapan merupakan salah satu kebijakan yang dilanjutkan Pemprov DKI pada 2023 meski pada 2022, usulan anggaran sumur resapan sebesar Rp330 miliar dicoret DPRD DKI sehingga tak ada kegiatan pembangunan sumur resapan.

DPRD DKI mengungkapkan sumur resapan dinilai tidak efektif mengendalikan banjir di Jakarta.

Selain itu, keberadaan sumur resapan juga kerap membuat lalu lintas terganggu di antaranya karena beberapa kendaraan terperosok ke sumur resapan dan menyebabkan kecelakaan di antaranya truk yang nyaris terbalik karena sumur ambles di Jalan Batu Ceper Raya pada Sabtu (31/12/2022).

Pada tahun ini, anggaran sumur resapan hanya disetujui Rp1 miliar, setelah sebelumnya Dinas SDA DKI mengusulkan Rp19 miliar.

Sebelumnya pada 2021, anggaran sumur resapan Pemprov DKI mencapai sekitar Rp400 miliar.

Selama 2021, jumlah sumur resapan yang sudah dibangun mencapai sekitar 19 ribu titik dari target 26 ribu titik.
Baca juga: Pemkot Jaktim buat sumur resapan untuk cegah banjir di Pondok Bambu
Baca juga: Legislator minta DKI evaluasi sumur resapan yang tak efektif
Baca juga: Pengamat usul DKI bongkar sumur resapan bahayakan warga