Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menetapkan lima desa wisata dan sepuluh destinasi wisata unggulan dari 57 destinasi wisata di kabupaten setempat dalam upaya menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga Aceh Jaya, Juanda di Calang, Jumat, mengatakan penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Jaya Nomor 556/27/2023 tentang Penetapan Desa Wisata dan Nomor 556/28/2023 tentang Penetapan 10 Destinasi Unggulan Kabupaten Aceh Jaya.

“Penetapan sepuluh destinasi wisata tersebut telah disepakati untuk menjadi destinasi wisata unggulan pada saat FGD (Focus Group Discussion) di Rumoh Rakyat/Pendopo Bupati Aceh Jaya beberapa waktu yang lalu dan telah diverifikasi oleh tim verifikator,” katanya.

Adapun lima desa wisata tersebut adalah Gampong Dayah Baro Kecamatan Krueng Sabee, Gampong Baro Kecamatan Setia Bakti, Gampong Ie Jeureungeh Kecamatan Sampoiniet, Gampong Lhok Geulumpang Kecamatan Setia Bakti dan Gampong Glee Jong Kecamatan Jaya.

Sedangkan sepuluh destinasi wisata unggulan yang dimaksud yaitu Situs Makam Po Teumeureuhom, Gampong Portugis/Wisata Agro Gampong Boeh Giri, Sadar Lestari/CRU Sarah Deu, Eko Wisata Manggrove, Kawasan Wisata Lhok Geulumpang, Pantai Panorama, Pasie Luah, Pantai Nissero, Ceuraceu Eumbon dan Pantai Lueng Gayo.

Baca juga: Akses jalan ke wisata Tugu KM Nol Indonesia di Sabang kembali normal

Baca juga: Aceh kembali meraih juara umum API awards 2022


Ia mengatakan penetapan tersebut juga bagian memberikan prioritas dalam mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pihaknya juga berencana mengikuti Anugerah Desa Wisata, di mana pada tahun 2022 telah mengikutsertakan Desa Alue Jang di Kecamatan Pasie Raya dan mampu menembus peringkat 300 besar dari total 3.000 lebih desa di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya akan mengikutsertakan lima desa wisata yang baru saja ditetapkan pada ajang Anugerah Desa Wisata dan menargetkan mampu menembus peringkat 50 besar.

“Mudah – mudahan desa yang diikutsertakan pada ajang tersebut mampu menembus peringkat 50 besar, agar menjadi prioritas pusat untuk pembangunan di desa tersebut serta memberikan efek yang positif peningkatan ekonomi bagi penduduk desa dan geliat pariwisata di Aceh Jaya ini dikenal secara nasional maupun internasional,” katanya.

Pihaknya berharap dengan penetapan lima desa wisata dan sepuluh destinasi wisata unggulan di Kabupaten Aceh Jaya akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Aceh Jaya.

Baca juga: Disbupar: Aceh berpotensi jadi "surga" destinasi sport tourism

Baca juga: Menparekraf kagumi destinasi wisata hutan mangrove Kota Langsa