Kudus (ANTARA) - Kirab punden dan belik dalam rangka Taksis Menara atau Hari Jadi Menara Kudus yang diikuti seratusan perwakilan pengelola punden dan belik se-Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bisa menjadi ikon baru wisata daerah setempat, kata Bupati Hartopo.

"Mudah-mudahan, tahun depan acaranya semakin meriah. Selain bisa membangkitkan kebanggaan masyarakat kita, tentunya akan menjadi budaya dan adat istiadat, serta menjadi ikon wisata Kabupaten Kudus yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Bupati Kudus Hartopo, saat melepas rombongan kirab dari Pendapa Kabupaten, menuju Menara Kudus, Minggu.

Baca juga: Pangdam IV mengingatkan Yayasan Menara dan Muria Kudus tutup sementara

Selain itu, kata dia, kegiatan tahunan tersebut juga bisa mempererat tali silaturahmi karena para pengurus belik maupun punden dapat berkumpul dan memeriahkan kirab.

Bahkan, imbuh dia, jumlah belik dan punden di Kudus mencapai 400-an, sedangkan yang hadir baru sebagian, sehingga ketika semua hadir bisa menjadi ajang silaturahmi yang luar biasa.

Baca juga: Tujuh masjid unik di Indonesia

Menurut Hartopo Taksis Menara Kudus yang ke-488 ini merupakan momentum untuk mencari kebaikan perjuangan panjang Sunan Kudus dalam mensyiarkan Islam. Oleh sebab itu, napak tilas perjuangan Syekh Ja'far Shodiq harus dilestarikan dan dibumikan.

"Acara ini juga menjadi rangkaian hari jadi Menara Kudus. Kita sebagai generasi penerus sesepuh Kudus harus 'nguri-uri' budaya sekaligus tapak tilas Kanjeng Sunan Kudus," ujarnya.

Baca juga: Yayasan Menara Kudus berencana rilis mushaf Al Quran bernuansa Kudus

Sementara itu, Steering Committee Perayaan Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus Abdul Djalil membenarkan bahwa jumlah total ada 468 punden yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Kudus.

Ia mengungkapkan bahwa peringatan hari jadi Menara Kudus akan menjadi agenda tahunan selain prosesi buka luwur yang digelar setiap bulan Muharram. Taksis atau proses berdirinya Menara Kudus, ditunjukkan melalui artefak candra sengkala yang ada di dalam masjid yang disimpulkan jatuh pada 19 Rajab tahun 956 Hijriah. ***3***

Baca juga: Tradisi pembagian nasi buka luwur di Makam Sunan Kudus ditiadakan
Baca juga: Pelepasan 485 merpati warnai perayaan berdirinya Masjid Menara Kudus