Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie mencatat sebanyak 3.336 jiwa dari 21 kecamatan di daerah itu menjadi korban banjir sehingga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Rumah mereka terendam banjir sehingga 1.205 kepala keluarga dari 21 kecamatan mengungsi akibat hujan deras sejak Jumat (20/1),” kata Kabid Darurat dan Logistik Bencana BPBD Pidie Nasruddin di Sigli, Ahad.

Nasruddin menjelaskan data sementara yang diinput di lapangan hanya ada dua Kecamatan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Pidie yang aman dari banjir kali ini, yakni daerah tinggi di Mane dan Geumpang.

Adapun titik lokasi banjir terbanyak di wilayah Kembang Tanjong dengan imbas hingga 27 gampong (kampung) yang terdampak bencana banjir dari total 176 Gampong yang terendam banjir di Kabupaten tersebut.

Baca juga: Banjir berdampak pada 17.628 orang di delapan kecamatan di Pidie Jaya

Baca juga: Pekan ini biaya haji diusulkan naik, banjir melanda Pidie


Adapun titik lokasi pengungsian didirikan di Kecamatan Peukan Baro, Kecamatan Pidie, Indra Jaya, Mutiara Timur, Mutiara Barat, Kembang Tanjong dan Padang Tiji.

Sebelumnya, Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto meninjau langsung korban banjir di tempat pengungsian Padang Tiji menyusul air merendam rumah warga di Kabupaten Pidie sejak Sabtu (21/1).

“Di lokasi belum adanya bantuan masa panik, hari ini konsentrasi pada dapur umum terlebih dulu untuk korban banjir di pengungsian,” kata Wahyudi di Sigli.

Peninjauan langsung masyarakat terdampak banjir tersebut dilakukan setibanya dari dinas di luar daerah dan langsung menuju ke titik lokasi banjir yang didampingi oleh Forkopimda.*

Baca juga: Ratusan keluarga di Aceh terdampak banjir akibat hujan lebat

Baca juga: Banjir rendam jalan di Pidie Jaya akibatkan pengendara harus hati-hati