Kupang (ANTARA) - Pos Pemantau Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa aktivitas erupsi di gunung Ile Lewotolok alami peningkatan beberapa hari terakhir usai status gunung itu diturunkan dari Siaga menjadi Waspada.

"Aktivitas kegempaan naik berupa gempa embusan abang. Terpantau beberapa hari belakangan ini," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok Stanis Arakian saat dihubungi dari Kupang, Selasa.

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan perkembangan erupsi gunung berapi Ile Lewotolok yang sempat erupsi dengan ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut pada November 2020 lalu.

Dia mengatakan setelah keluarnya perubahan status gunung berapi ile Lewotolok dari Siaga menjadi Waspada pada awal Januari lalu, sudah dua kali terjadi erupsi sebanyak dua kali.

Baca juga: Warga kaki Gunung Ile Lewotolok diimbau waspada ancaman lahar

Baca juga: Tiga desa di kaki gunung Ile Lewotolok diminta waspadai longsoran lava


"Tinggi embusannya mencapai 400 meter di atas puncak kawah, yang disertai dengan gemuruh lemah dan ada lava pijar," tambah dia

Erupsi pertama dengan ketinggian lava pijar mencapai 400 meter terjadi pada Sabtu (7/1) pekan lalu. Sementara erupsi kedua terjadi pada Senin (16/1) malam pukul 20.35 WITA.

Arakian menambahkan walaupun status gunung Ile Lewotolok dalam status Waspada, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung itu.

Sementara itu masyarakat yang berada di bawah kaki gunung seperti masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah gunung tersebut.

Disamping itu mengingat saat ini curah hujan masih sangat tinggi masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi.

Baca juga: Aktivitas gunung api di Lembata dilaporkan cenderung menurun

Baca juga: Pos PVBMG: Waspadai guguran material erupsi Gunung Ile Lewotolok