Lampung Selatan (ANTARA) - Irigasi pertanian di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, sangat memprihatinkan, ratusan hektare sawah kekeringan, warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan hingga jutaan rupiah untuk mengaliri sawah.

Kerusakan irigasi ini membuat saluran air dipenuhi semak belukar akibatnya petani terancam gagal panen, warga terpaksa menggunakan mesin sedot untuk mengairi sawah mereka,

Salah seorang warga Wastopo di Lampung Selatan, Jumat, mengatakan akibat tanggul irigasi banyak yang rusak, para petani yang ingin menyiram tanaman harus menyedot air dari sungai.

"Susah, Pak. Kering airnya, kalau mau menyiram, kita menyedot dari sungai dan itu pun harus mengeluarkan biaya jutaan. Karena tanggul yang di atas pada rusak dan jebol," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR tingkatkan Sistem Irigasi Way Tebu di Lampung

Baca juga: Bendungan Way Sekampung dukung produktivitas pertanian Lampung


Masih kata dia, petani berharap, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera memperbaiki kerusakan saluran irigasi ini, sehingga petani tidak kesulitan air lagi.

"Kalo bisa sih tanggul-tanggul yang jebol di perbaiki supaya air nya sampe disini dan aliran airnya lancar supaya petani tidak kesulitan air lagi," ujarnya.

Salah satu penyuluh sobat petani Nardi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi terhadap unsur UPT Dinas PU dalam pengajuan perbaikan saluran irigasi tersebut.

"Iya, berkoordinasi juga kepada pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerja Umum (PU) Kecamatan Palas untuk informasi pengajuan perbaikan, dalam hal ini juga dikoordinasikan dengan pihak kecamatan sudah mengetahui pengajuan perbaikan saluran irigasi ini," kata Nardi.*

Baca juga: Kementerian PUPR: Bendungan Margatiga ditargetkan selesai akhir tahun

Baca juga: Legislator keluhkan proyek tanggul di Lampung Selatan terbengkalai