Paris (ANTARA) - Saham-saham Prancis berakhir di wilayah positif pada perdagangan Senin waktu setempat (2/1/2023), berbalik menguat penurunan tajam akhir pekan lalu, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris melonjak 1,87 persen atau 120,81 poin menjadi menetap di 6.594,57 poin.

Indeks CAC 40 anjlok 1,52 persen atau 99,71 poin menjadi 6.473,76 poin pada Jumat (30/12/2022), setelah terkerek 0,97 persen atau 62,98 poin menjadi 6.573,47 poin pada Kamis (29/12/2022), dan merosot 0,61 persen atau 40,17 poin menjadi 6.510,49 poin pada Rabu (28/12/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen Indeks CAC 40, sebanyak 39 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara itu hanya satu saham yang menderita kerugian.

Baca juga: Saham Prancis ditutup di zona merah, indeks CAC 40 anjlok 1,52 persen

Renault SA, sebuah perusahaan industri otomotif yang mendesain, memproduksi, memasarkan, dan memperbaiki mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan Prancis melambung 6,79 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan properti dan pengembang real estat komersial Prancis Unibail-Rodamco-Westfield SE yang melonjak 4,32 persen; serta perusahaan pengelolaan air, pengelolaan limbah, dan layanan energi transnasional Prancis Veolia Environnement SA terangkat 3,63 persen.

Sementara itu, Eurofins Scientific SE, sebuah grup laboratorium Prancis yang menyediakan layanan pengujian dan dukungan untuk industri farmasi, makanan, lingkungan, agriscience, dan produk konsumen merupakan satu-satunya saham unggulan yang merugi dengan harga sahamnya jatuh 1,55 persen.

Baca juga: Saham Prancis berbalik menguat, indeks CAC terkerek 0,97 persen