Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyatakan siap membantu pelayanan sanggar pendidikan bagi keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Senin, mengatakan akan menggandeng perguruan tinggi di Jatim agar mengirimkan para mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Malaysia.

"Terkait anggaran operasionalnya akan kami koordinasikan apakah memungkinkan dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional atau menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah/APBD," kata Khofifah.

Menurut dia, jika melalui APBD, maka dibutuhkan telaah agar program ini dapat terlaksana dengan baik.

Baca juga: Gubernur Jatim ajak alumni Unair jadi pendobrak hadapi potensi krisis

Baca juga: Gubernur dan Ketum PP Muhammadiyah dipastikan hadiri Muswil Jatim


"Komitmen ini selaras dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI," ujar dia.

Tidak hanya layanan pendidikan kesetaraan, Gubernur Khofifah juga berharap para peserta didik di sekolah Indonesia luar negeri mendapatkan pelatihan keterampilan serta pembelajaran mengenai budaya Indonesia.

"Keterampilan siswa ini menjadi sangat penting. Sebab ketika mereka lulus dan harus mencari pekerjaan di Malaysia akan memiliki kompetensi yang memadahi. Begitu juga terkait budaya Indonesia yang tidak boleh hilang dari setiap generasi kita meski hidup di negeri rantau," kata orang nomor satu di Jatim tersebut.

Mulai Senin ini, Gubernur Khofifah mengawali lawatan kerja di Malaysia. Mantan Menteri Sosial sebelumnya telah bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono di Wisma Duta Indonesia, Jalan U Thant Kuala Lumpur, Ahad (19/12) malam.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Atase Perdagangan Malaysia Deden Muhamad Fajar Shiddiq, Pelaksana Fungsi Ekonomi M Arief Prio Wahono serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jatim.

Tak hanya terkait pendidikan, dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan program misi dagang antarnegara yang diusungnya dalam kunjungan ke Kuala Lumpur.

"Misi dagang yang biasa kami gelar antar provinsi di Indonesia kini juga dilakukan antarnegara. Diharapkan mampu mendongkrak neraca ekspor Jatim ke Malaysia," kata Gubernur Khofifah.*

Baca juga: Pemprov Jatim agendakan 254 kegiatan pariwisata sepanjang 2023

Baca juga: Gubernur Khofifah kukuhkan tujuh TPAKD Jawa Timur