Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) menyampaikan upaya Kwartir Nasional Pramuka untuk merevitalisasi dan akselerasi Satuan Karya (Saka) dapat mendukung peserta didik siap memasuki dunia kerja.

"Apa yang dilatih di dalam Saka adalah bagian dari 10 skill atau kecakapan yang dibutuhkan remaja dan pemuda di masa depan," ujar Kepala Bidang Pembinaan Kepramukaan, Kemenpora, Budiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Menag: Perkemahan wirakarya tolak ukur revitalisasi gerakan pramuka

Menurut Budiyanto, program Saka selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

Di dalam beleid itu, disampaikan, terdapat Rencana Aksi Nasional dan Daerah bagi warga yang berusia 16-30 tahun.

Baca juga: Presiden ingin gerakan Pramuka direvitalisasi

Koordinasi strategis itu melingkupi 27 Kementrian/Lembaga untuk program sinergis antarsektor dalam hal penyadaran, pemberdayaan, serta pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan pemuda; kajian dan penelitian bersama tentang persoalan pemuda; dan kegiatan mengatasi dekadensi moral, pengangguran, kemiskinan, dan kekerasan, serta narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Ia mengatakan, Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) menawarkan lima Balai Besar untuk dimanfaatkan adik-adik pramuka penegak (usia 16-20 tahun) dan pandega (21-25) yang menjadi anggota Saka.

Baca juga: Kwarnas Pramuka berharap revitalisasi Buperta Cibubur

"Misalnya Balai Besar di Bekasi untuk pengembangan content creative dan Balai Besar di Solo untuk pengembangan jasa-jasa," tutur Budiyanto dalam rapat Penyusunan Pedoman Sistem Pembinaan Anggota Muda Saka di Jakarta pada Sabtu, 3 Desember 2022.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwartir Nasional Yuniar Ludfi mengatakan, Kwarnas telah mengeluarkan Petunjuk Penyelenggaraan Nomor 03 Tahun 2021 tentang Peraturan Saka.

Baca juga: Wapres Minta Revitalisasi Pramuka Dipercepat

"Saka adalah satuan organisasi bagi peserta didik untuk pembinaan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Ia mengemukakan, ouput dan outcome Saka adalah kompeten untuk bidang penciptaan lapangan kerja (Job creation) kewirausahaan, sebagai kader pembangunan masyarakat, bidang penguasaan pekerjaan berbasis profesi, dan bidang penguasaan pekerjaan berbasis kesukarelawanan.

Adapun 10 kecakapan hidup yang dibutuhkan remaja di masa depan adalah kreatif, kemampuan menyelesaikan masalah, kerja sama tim, kepemimpinan, kemampuan negoisasi, manajemen waktu, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan mengendalikan emosi, berpikir kritis, dan networking.

Baca juga: Presiden Berkomitmen Dorong Revitalisasi Pramuka
Baca juga: Pramuka Perlu Revitalisasi