Jakarta (ANTARA) - Asuransi Astra menggelar aksi peduli bumi di Pantai Indah Kapuk Jakarta, Jumat, dengan tiga kegiatan utama yaitu pengelolaan sampah, penanaman 2.000 bibit mangrove, dan penyaluran beasiswa untuk mendukung pendidikan vokasi di Indonesia.

"Melestarikan Bumi terdengar sangat berat, namun jika semua pihak melakukan bersama pasti dapat membuahkan hasil yang baik di kemudian hari. Pada acara Estafet Peduli Bumi DKI Jakarta, kami terdorong melakukan aspirasi berkelanjutan dengan mencanangkan kolaborasi bersama bank sampah guna mengolah sampah agar tidak mencemari lingkungan sekitar," kata Direktur Asuransi Astra, Hendry Yoga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain itu pihaknya juga melakukan penanaman mangrove untuk melindungi pesisir Jakarta dari ancaman fenomena alam hingga menekan emisi gas rumah kaca.

"Aspirasi ini pun tidak berhenti di lingkungan, namun juga pendidikan dengan mendukung pendidikan vokasi melalui pemberian literasi keuangan serta menyalurkan beasiswa kepada siswa berprestasi," katanya.

Program-program tersebut, lanjutnya, akan dipantau dengan harapan memberikan manfaat secara berkesinambungan dan pihaknya akan akan melanjutkan komitmen tersebut ke daerah lainnya sesuai kebutuhan.

Pada rangkaian kegiatan berjuluk Estafet Peduli Bumi (EPB) di DKI Jakarta tersebut, pihaknya juga menyerahkan sejumlah bantuan seperti gerobak sampah, laptop, dan printer kepada bank sampah sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.

Disamping pihaknya juga melakukan kunjungan ke SMK 1 Citra Adhi Pratama untuk menyalurkan beasiswa, serta bantuan komputer dan laptop untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

"Di kesempatan ini pula, Asuransi Astra mendukung literasi keuangan dengan memberikan pemahaman manajemen keuangan kepada siswa dan guru," katanya.

Hadir pada kegiatan EPB itu Kepala Konservasi, Sumberdaya Hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) DKI Jakarta, Arie Fajar Septa. Ia mengatakan kawasan Mangrove berperan penting secara ekologi dan ekonomi bagi peningkatan keseimbangan Hutan Kota Jakarta.

"Berbicara mengenai penanaman mangrove tentunya harus berdasarkan prinsip berkelanjutan yang dikaitkan pada kolaborasi dan kegiatan yang memberikan manfaat. Prinsip berkelanjutan pada penghijauan mangrove juga dimaknai sebagai pelestarian sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengurangi manfaat bagi generasi mendatang," katanya.

Baca juga: BRIN kembangkan formula biostimulan tingkatkan pertumbuhan mangrove
Baca juga: Program Bank Sampah menghasilkan perputaran uang luar biasa
Baca juga: Akademisi: Restorasi dan konservasi mangrove harus berjalan seiring

​​​​​​​