Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI melakukan pendataan sumber daya milik masyarakat dan komunitas meliputi personel dan peralatan yang potensial dikerahkan untuk membantu penanganan bencana.

"Mereka punya ambulans berapa, apa ada tim medisnya juga. Jadi, nanti mereka bisa melengkapi data kami, apabila ada bencana, mereka bisa turun bersama kami," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, saat ini proses pendataan sedang berlangsung yang secara sukarela dapat diregistrasi oleh masyarakat melalui laman bpbd.jakarta.go.id/tangguhbencana.

Dia menjelaskan dari data sementara, beberapa komunitas yang mendaftar di antaranya RT/RW, pemilik gedung baik perkantoran dan mal, organisasi non profit, komunitas sukarelawan, hingga pengurus tempat ibadah.

Adapun peralatan yang diinventarisasi di antaranya ambulans, perahu karet dan peralatan evakuasi lainnya.

Baca juga: DKI keruk lumpur sungai serentak di lima wilayah cegah banjir

Dengan inventarisasi itu, ia mengharapkan setiap kelurahan memiliki data peralatan untuk penanggulangan bencana.

Dukungan sumber daya dari masyarakat itu diharapkan menjawab tantangan keterbatasan fasilitas yang dimiliki pemerintah.

Nantinya, lanjut dia, logistik penanggulangan bencana dan sumber daya itu dapat dialokasikan ke daerah yang memiliki keterbatasan peralatan.

Isnawa menambahkan terdapat dua hal yang menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta dalam mengantisipasi dampak dari musim hujan, yakni memastikan tidak adanya korban jiwa dan percepatan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai musim hujan di Indonesia tahun 2022 dan 2023, sebagian wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mulai memasuki awal musim hujan pada dasarian kedua pada Oktober 2022.

Baca juga: Pengamat minta DKI lebih fokus tangani tiga tipe banjir

Untuk wilayah lainnya diprediksi akan memasuki awal musim hujan pada dasarian ketiga pada November 2022 dan puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari-Februari 2023.