Jakarta (ANTARA News) - Perbedaan harga komoditas pertanian di sejumlah pasar induk di Indonesia dapat diperkecil dengan membentuk jaringan terintegrasi, demikian disampaikan Direktur Utama Pasar Komoditas Nasional, Hartono Wignjopranoto.

"Selama ini pasar-pasar induk tidak mempunyai data harga atau pun jumlah kebutuhan setiap komoditas barang," kata Hartono dalam Diskusi Revitalisasi Pasar Tradisional di Gedung Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa.

Hartono mengatakan ketiadaan data harga komoditas di pasar induk berakibat pula kepada petani yang tidak mempunyai kepastian untuk menjual barang di pasar.

"Dengan jaringan pasar induk ini, setiap pasar dapat memberikan informasi tentang harga produk pertanian dan kebutuhan masing-masing komoditas di pasar induk," kata Hartono.

Hartono mengatakan keunggulan jaringan pasar induk bagi petani, di antaranya pengaturan waktu tanam yang menyesuaikan permintaan komoditas barang di pasar.

Jaringan pasar induk itu terkait pula dengan pasar-pasar penunjang baik dalam kegiatan niaga atau pun pertukaran informasi.

(I026)